Minggu, 03 Juli 2011
Selasa, 24 Mei 2011
Senin, 23 Mei 2011
maryati sutopo 7, uji kompetensi
Ujian Kompetensi 111
I. Pilihan Ganda
Bacalah wacana berikut!
Ruang kelas kami luas dan menyenangkan. Ukurannya 6 x
8 m. Penerangan listrik di dalam kelas dapat digunakan pada
waktu mendung dan malam hari. Lantainya terbuat dari
keramik berwarna putih. Ruangan dalam kelas itu dicat
warna hijau telur bebek. Meja dan kursinya terbuat dari kayu
dan diplitur. Ruangan itu sangat tenang dan sejuk karena
jauh dari jalan raya.
1. Paragraf tersebut merupakan pengembangan dari sebuah
topik ....
a. Ruang kelasku luas dan menyenangkan.
b. Ruanganku jauh dari jalan.
c. Ruang kelasku berlantai keramik.
d. Fasilitas ruangan kelasku.
2. Kalimat utama paragraf tersebut terletak ....
a. di awal paragraf
b. di akhir paragraf
c. di awal dan akhir paragraf
d. menyebar ke seluruh paragraf
3. Sampai di sini dulu suratku Zal. Lain kali kusambung lagi.
Salam buat teman-teman di sini.
Penggalan surat tersebut merupakan bagian
a. salam pembuka c. paragraf penutup
b. paragraf isi d. salam penutup
4. Penulisan alamat yang tepat adalah ....
a. sahabatku c. Sahabatku,
Riana Masri Riana Masri
Di Balikpapan Di Balikpapan
b. Sahabatku d. Sahabatku
Riana Masri Riana Masri
Di Solo Di balikpapan
5. Penempatan jeda yang benar adalah ....
a. Kami / siswa SMP 1 / berjanji //
b. Kami / siswa / SMP 1 / berjanji //
c. Kami siswa / SMP 1 / berjanji //
d. Kami siswa SMP 1 / berjanji //
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII 112
6. Pelafalan yang benar adalah ....
a. biologi dilafalkan biologi
b. bbc dilafalkan bebese
c. MTQ dilafalkn emtekyu
d. manager dilafalkan manejer
7. Kalimat berikut yang merupakan kalimat efektif adalah ....
a. Kedua daripada orang itu adalah adikku.
b. Kenalkan saya punya nama.
c. Dilarang tidak boleh melewati jalan ini.
d. Aku belajar di ruang kelas.
8. Wartawan : “Selamat atas keberhasilan anda!”
Sang juara : “Terima kasih.”
Wartawan : “Bagaimana perasaan anda saat ini?”
Sang juara : “......”
Isian yang tepat untuk melengkapi dialog tersebut
adalah ....
a. “Ah, biasa-biasa saja!” c. “Bahagia dan bersyukur.”
b. “Yah, senang sekali!” d. “Tentu saja bangga dong!”
9. Penulisan kalimat langsung berikut ini paling tepat
adalah ....
a. Dito berkata, “Ibu sudah berangkat ke kantor.”
b. Dito berkata, “ibu sudah berangkat ke kantor.”
c. Dito berkata, “Ibu sudah berangkat ke Kantor.”
d. Dito berkata: Ibu sudah berangkat ke kantor.”
10. Kakek mengatakan bahwa beliau perlu istirahat.
Kalimat tersebut jika diubah dalam bentuk kalimat langsung
menjadi ....
a. Kakak berkata, “Beliau perlu istirahat.”
b. Kakek berkata, “Dia perlu istirahat.”
c. Kakek berkata, “Saya perlu istirahat.”
d. Kakek berkata, “Saya harus istirahat.”
11. Sambil menyelam minum air.
Kalimat tersebut termasuk ....
a. ungkapan c. majas
b. peribahasa d. gaya bahasa
12. Penulisan kata sandang ini benar, kecuali ....
a. Sang Jenderal sedang menghadap Presiden.
b. Si Ratu kecantikan dikagumi banyak orang.
c. Hang Merduwati berjalan berlahan-lahan.
d. Para prajurit berlatih di lapangan terbuka.
Ujian Kompetensi 113
13.
Memo
Kepada : Bagian personalia
Dari : Direktur keuangan
Laporkan keadaan pegawai per 1 Juli 2007
Dyakso Nugroho
Isi memo tersebut tentang ....
a. teguran bagi pegawai
b. laporan keadaan pegawai
c. penerimaan pegawai
d. pegawai yang keluar
14. Penerima memo adalah ....
a. pegawai seluruhnya c. direktur personalia
b. kepala personalia d. direktur personalia
15. Dengan siapa ini saya bicara?
Kalimat tersebut tidak efektif, seharusnya ....
a. “Yang bicara ini siapa, ya?”
b. “Berbicaranya dengan siapa ini?”
c. “Saya berbicara dengan siapa?”
d. “Ini saya berbicara dengan siapa?”
16. Kalimat berikut kalimat perintah negatif adalah ....
a. “Bermainlah di taman itu saja!”
b. “Jangan memetik bunga di taman itu!”
c. “Boleh melihat-lihat bunganya saja!”
d. “Tolong petikkan bunga untukku!”
17. Kalimat yang menggunakan kata kerja transitif adalah ....
a. Rani memainkan piano dengan bagus.
b. Adik bermain bola di lapangan.
c. Dito menendang bola itu tinggi-tinggi.
d. Kaki mulai membengkak.
18. Nama lengkapnya W.S. Rendra, lahir di Solo tanggal 7 November
1935. Kegiatan seninya menulis sajak, cerpen,
drama, kritik, dan esai dalam berbagai majalah antara lain
Kisah, Budaya, Basis, dan lain-lain. Selain itu, beliau mahir
membaca puisi, bermain drama, dan pernah menjadi
sutradara film.
Kegiatan seni yang digelutinya ....
a. menulis sajak c. menulis esai
b. menulis drama d. menulis skenario film
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII 114
19. Hal yang pantas diteladani dari tokoh tersebut ....
a. kegiatan di kota Solo
b. kegiatan bermain film
c. kemahirannya di bidang seni
d. kemahirannya menulis
20. Berikut ini yang merupakan pengalaman menyenangkan,
adalah ....
a. Aku mendapat nilai merah di rapor.
b. Aku ketinggalan kereta.
c. Aku mendapat juara 1 matematika.
d. Aku kehilangan sahabat lama.
21. Alat peraga berikut digunakan untuk cerita Malin Kundang,
kecuali ....
a. kapal-kapalan c. telepon-teleponan
b. boneka-bonekaan d. gambar lautan
22. Di dalam segala kulihat tanda
Ya, manusia baru pasti menjelma
Bangsa baru tengah ditempa
Makna kata ditempa pada puisi tersebut adalah ....
a. dibangun c. digalang
b. direkayasa d. dibuat
23. Seperti sepasang gupala, Anas dan Anwar berdiri di sisi kiri
kanan gerbang sekolah. Sementara Tejo berdiri tak acuh di
antara keduanya. Di balik wajah tidak peduli itu, sebuah
ancaman menyeringai kepada siapa saja yang lewat.
Latar atau seting kutipan di atas adalah ....
a. di depan pintu gerbang c. di dalam sekolahan
b. di halaman sekolah d. di dalam kelas
24. Solo kala bulan purnama
syahdu temaram
membangkitkan sukma
menebarkan pesona
Puisi tersebut menggambarkan suasana ....
a. terharu c. suka
b. gembira d. merah
Ujian Kompetensi 115
25. Bahasa yang santun dan efektif dalam bertelepon adalah...
a. “Hallo, Saya mau bicara sama Pak Amir, dong.”
b. “Hallo, Selamat malam.
Saya Pak Surya. Tadi saya sudah janji mau nelpon Pak
Amir. Kalau sekarang Pak Amirnya ada nggak ya? kalau
ada saya mau bicara. Bisa nggak?
c. “Hallo. Pak Amir ada disitu?”
d. “Hallo. Ini Pak Surya. Bolehkah saya bicara dengan Pak
Amir.?”
26. Dahulu kala, di sebuah desa tinggallah suami istri. Meskipun
mereka miskin, tetapi hidupnya sangat rukun. Pada malam
Natal itu mereka hanya memandang salju yang turun terus.
Dingin dan lembap.
Peristiwa itu terjadi ....
a. di awal bulan Desember
b. di pertengahan bulan Desember
c. di akhir bulan Desember
d. menjelang bulan Desember
27. Kancil berlari kencang. Ia takut menyeberangi sungai itu.
“Wahai, buaya sahabatku! Tolonglah seberangkan aku
sampai di sana! Kamu nanti akan aku beri hadiah.”
Relevansi kutipan tersebut dengan situasi sekarang,
kecuali ....
a. orang yang memberi pertolongan dengan meminta
imbalan
b. orang yang meminta pertolongan dengan pamrih
c. orang yang tulus memberi pertolongan
d. orang yang besar hati karena mau menolong
28. Hal yang perlu diamati ketika teman berbicara adalah ....
a. penampilan c. kelancaran
b. keruntuhan d. kesesuaian teman
29. Sebuah lok hitam
Meluncur sendirian
Makna kata lok hitam adalah ....
a. pemimpin yang jahat
b. pemimpin yang berkulit hitam
c. pemimpin stasiun yang hitam
d. pemimpin kereta api hitam
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII 116
30. Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut nama-Mu
Penempatan jeda yang benar adalah ....
a. Aku / masih / menyebut/ nama-Mu //
b. Aku masih / menyebut/ nama-Mu //
c. Aku masih menyebut/ nama-Mu //
d. Aku / masih menyebut/ nama-Mu //
II. Uraian
1. a. Buatlah 2 kalimat berita positif!
b. Buatlah 2 kalimat berita negatif!
2. Buatlah buku harian berdasarkan uraian berikut ini!
Waktu : liburan kenaikan kelas
Tempat : tempat wisata
Peristiwa : berkenalan dengan teman lama di kota kecil
dulu
3. Buatlah surat pribadi yang kalian tujukan kepada sahabatmu.
Isi surat menggambarkan kalian sudah kerasan tinggal di
kota yang baru. Sekarang kalian sedang mengikuti kegiatan
drama di sekolah.
4. Buatlah kalimat bermakna denotasi dan konotasi dengan
menggunakan kata berikut.
No Kata Makna Denotasi Makna Konotasi
1. bunga
2. tangan
3. taman
4. mata
5. Buatlah kalimat dengan menggunakan majas berikut!
a. Personifikasi
b. Hiperbola
c. Metafora
6. Buatlah sebuah percakapan melalui telepon! Isi pembicaraan
tentang pembuatan laporan ke Panti Asuhan
Ujian Kompetensi 117
7. Ubahlah tabel berikut menjadi bentuk diagram batang!
Data Pengunjung Museum
Bulan SD SMP SMA Mahasiswa Umum
Juni 113 140 71 38 115
Juli 140 130 52 40 110
Agustus 150 150 70 50 200
September 120 130 56 68 211
Oktober 110 140 83 71 240
8. Buatlah pengumuman dengan data sebagai berikut!
Ditujukan : teman-teman sekolah
Isi : senam pagi
Hari/Tgl : Jumat, 28 September 2007
Waktu : pukul 07.30
9. Buatlah pesan singkat dengan situasi berikut ini!
Kamu akan mengajak temanmu menengok gurumu nanti
sore. Teringat temanmu tidak ada di rumah.
10. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembacaan puisi
a. irama, volume suara, dan konotasi
b. denotasi, konotasi, dan artikulasi
c. mimik, kinesik, dan volume suara
d. artikulasi, penjedaan, dan kompetensi
11. Lanjutkan pantun berikut ini!
Asam pauh dari seberang
Dimuat orang dalam pedati
...........................................
...........................................
12. Bacalah Kutipan cerpen berikut!
Telegram senja yang kuterima, cukup membuat aku
berpikir dengan berbagai kemungkinan. Bunyi telegram
cukup padat, singkat, dan memancing bermacam-macam
tafsiran tentang keluarga yang jauh, “Pulanglah! Kakek mau
bertemu, titik.”
Pada akhir keputusanku, aku mau pulang dengan jalan
darat, memakai kendaraan umum bus secara estafet. Kukira
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII 118
itu jalan paling singkat yang harus kutempuh. Kalau aku
memilih jalan udara, di samping uang tak cukup, juga ada
persoalan lain berupa risiko yang harus aku hadapi. Risiko,
apakah ada tempat kosong untuk besok berangkat atau
kapan jadwal penerbangan yang tepat. Soalnya kota tempat
tinggalku cukup kecil, tapi disinggahi oleh penerbangan
domestik yang seminggu entah berapa kali. Aku sudah
memperhitungkan jika estafet berjalan beres, berarti dalam
dua hari bisa sampai. Jika ada yang tak beres, mungkin entah
sesudah beberapa hari baru tiba. Akan tetapi, aku berharap
semuanya beres.
Memang keinginan untuk cepat mengetahui masalah,
menggebu-gebu dalam benakku. Akan tetapi, aku juga harus
memperhitungkan segi ekonomi. Maklumlah, aku belum
berpenghasilan dan kiriman dari rumah selalu saja pas-pasan.
Tak ada kemungkinan untuk menabung, menyisakan uang.
Apa boleh buat, aku belajar pasrah setelah usaha maksimal
kutempuh tak berhasil.
12. Tentukan temanya!
13. Tentukan watak tokoh tersebut!
14. Tentukan latar/settingnya!
15. Tentukan sudut pandangnya!
16. Tentukan amanatnya!
17. Buatlah puisi sederhana yang sumber temanya diambil dari
pengalamanmu!
Gadis Desa
Siul pagi betapa manis
Mengusap pipi gadis
Tentukan majas yang digunakan dalam puisi tersebut!
18.
Karangan Bunga
Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
Sore itu
Ujian Kompetensi 119
Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
Siang tadi
Taufik Ismail
19. Tentukan makna denotasi dan makna konotasi puisi
“Karangan Bunga”
20. Ceritakan isi puisi tersebut dalam bentuk prosa!
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII 120
GLOSARIUM
amanat pesan atau ujaran yang ingin disampaikan pengarang
antonim berasal dari kata ‘anti’ berarti lawan dan ‘anima’ yang
berarti nama
bahasa ekspresif bahasa yang mampu mengungkapkan
keadaan, maksud, gagasan atau perasaan secara tepat
berita rakyat dongeng yang bercirikan cerita populer dikalangan
rakyat umum
cerpen cerita pendek yang waktu pembacaannya singkat,
alurnya sederhana, penggambaran tokoh-tokohnya terbatas
dongeng cerita yang berisi hal-hal yang tidak masuk akal (cerita
yang direka-reka)
fabel dongeng yang bercirikan cerita yang tokoh-tokohnya
dalam cerita berupa binatang yang perilakunya seperti
manusia
kalimat efektif kalimat yang mengungkapkan gagasan secara
logis (masuk akal), menggunakan kata-kata yang hemat, dan
tidak menimbulkan makna ganda
kalimat langsung kalimat yang dikutip secara langsung, diampit
oleh tanda petik (“ ..... “)
kalimat tak langsung kalimat yang menirukan ucapan dari
pembicara secara tidak langsung sehingga menyebabkan
perubahan pada kata ganti
karangan narasi karangan yang mengungkapkan suatu
kejadian berdasar urutan waktu yang tepat
kinesik Ekspresi tubuh berupa gerakan yang mendukung isi
puisi atau prosa
latar/setting tempat, waktu, dan suasana yang melingkupi
terjadinya peristiwa dalam cerita
legenda dongeng yang bercirikan cerita yang berhubungan
dengan terjadinya suatu tempat
membaca cepat kegiatan membaca secara cepat disertai dengan
pemahaman isi bacaan
memo/memorandum bentuk komunikasi yang berisi saran,
arahan, atau penerangan untuk orang lai yang ditulis secara
ringkas
memindai suatu teknik membaca untuk mendapatkan informasi
tanpa membaca yang lain. Jadi, langsung ke informasi atau
fakta yang dicari
Ujian Kompetensi 121
merefleksikan puisi mengungkapkan isi puisi dalam bentuk
prosa
mimik perubahan raut muka yang terlihat ketika membacakan
puisi, prosa, atau bermain drama
mite dongeng yang bercirikan cerita memiliki hubungan dengan
roh-roh halus
narasumber orang/ahli yang dimintai keterangan atau informasi
pantun bentuk puisi Indonesia (melayu), tiap bait (kuplet)
biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b,a-b), tiap
larik biasanya terdiri dari empat kata. Baris pertama dan baris
kedua biasanya untuk tumpuan (sampiran) dan baris ketiga
dan keempat merupakan isi
pengumuman proses, cara, dan pembuatan pengumuman
puisi karya sastra dengan bahasa yang padat makna serta diberi
irama dengan bunyi yang padu
pima pengulangan bunyi bahasa yang berselang, baik di dalam
larik sajak maupun pada akhir larik sajak yang berdekatan
sinonim berasal dari kata ‘sin’ yang berarti sama dan ‘anim’ atau
‘anuma’ yang berarti nama
surat resmi surat yang dikirimkan oleh perseorangan atau
kantor pemerintah/swasta kepada perseorangan atau kantor
pemerintah/swasta yang isinya menyangkut masalah
kedinasan
tabel daftar berisi ikhtisar sejumlah (besar) data informasi,
biasanya berupa kata-kata dan bilangan yang tersusun secara
bersistem, urut ke bawah dalam lajur dan deret tertentu
dengan garis pembatas sehingga dapat dengan mudah
disimak
tema pokok pembicaraan yang mendasari cerita
wawancara tanya jawab dengan seseorang yang diperlukan
untuk dimintai keterangan atau pendapat mengenai suatu hal,
untuk dimuat dalam surat kabar, disiarkan melalui radio, atau
ditayangkan pada layar televisi
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII 122
INDEKS
A
alur 34
alur 45, 73
amanat 7, 45
artikulasi 41, 74
B
bestur 34
biografi 56
bukuh 42
D
deskripsi 81
diagram 77, 78
dongeng 7
drama 54
E
efektif 78, 70, 79
ekspresi 51
ekpresif 7
etika 58
F
fakta 67
festival 4
fiksi 7, 59
frasa 11
H
harmonis 13
I
idola 56, 57
intonasi 34
irama 51, 74
J
jeda 11, 74
K
kinesik 52
kompetisi 1
konotasi 14, 33
konsonan 51
L
lafal 34, 39, 41, 63
latar 45, 7
legenda 17
logis 73, 59
M
makna 13
memindai 37
mimik 34, 51, 63, 74
N
narasi 47, 70
nara sumber 55
norma 58
O
olimpiade 1
P
padu 13
paragraf 2
penokohan 45, 46, 54
prosa 52
R
realitas 73
rumpun 42
S
sains 2
Ujian Kompetensi 123
T
Tabel 76, 78
Tafsiran 89
Telegram 89
Tema 45
Tempo 8
Tokoh 56, 73
Transitif 85
W
Wawancara 50
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII 124
Ariadinata, Joni. 2006. Aku Bisa Menulis Cerpen. Jakarta: Gema
Insani.
Badan dan Standar Nasional Pendidikan. 2006. Standar
Kompetensi dan Kompetensi Dasar Bahasa Indonesia SMP/
MTS. Jakarta.
Chaer, Abdul. 2000. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta:
Rineka Cipta.
Damono, Sapardi Djoko. 2001. Penggerak Boneka. Terjemahan
The Master Puppe�er oleh Khaterine Paterion. Jakarta:
Elex Media Komputindo.
Effendi, S. 2002. Bimbingan Aprenan Puisi. Jakarta: Pustaka.
Ensiklopedi Populer Anak. 2000. Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van
Hoeve.
Harian Kompas th. 2007, th. 2008.
Harian Suara Merdeka th. 2007. th. 2008.
Harian Suara Merdeka Yunior th. 2007.
Harian Pikiran Rakyat.
Mira W. 2002. Dari Jendela SMP. Jakarta: Gramedia.
Noer, Arifin C. 2006. AA. ii-UU. Sebuah Naskah Sandiwara.
Jakarta: PT. Pustaka Utama Grafiti.
Nurdin, Ashary. 2003. Kupu-kupu di Bantimurung. Jakarta:
Yayasan Obor Intan.
R. Hamdani, Benny. 2004. Gara-gara Nama. Bandung: PT. Mizan.
Sri Hartatik, Atik. 2006. Album Cerita Dunia. Surabaya: Indah.
Srisanti, Listiana. 2002. Harry Po�er dan Kamar Rahasia Cetakan
ke-15. Terjemahan Harry Po�er and The Chamber of Secrets
oleh J. K. Rowling. Jakarta: Gramedia.
Utomo, T. Wedy. 2002. Gesang Tetap Gesang. Semarang: Aneka
Ilmu.
Wiyanto, Asul. 2005. Kesusastraan Sekolah. Jakarta: Gramedia.
_______ 2004. Menulis Paragraf. Jakarta: Gramedia.
240 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
I. Pilihan Ganda
Bacalah wacana berikut!
Ruang kelas kami luas dan menyenangkan. Ukurannya 6 x
8 m. Penerangan listrik di dalam kelas dapat digunakan pada
waktu mendung dan malam hari. Lantainya terbuat dari
keramik berwarna putih. Ruangan dalam kelas itu dicat
warna hijau telur bebek. Meja dan kursinya terbuat dari kayu
dan diplitur. Ruangan itu sangat tenang dan sejuk karena
jauh dari jalan raya.
1. Paragraf tersebut merupakan pengembangan dari sebuah
topik ....
a. Ruang kelasku luas dan menyenangkan.
b. Ruanganku jauh dari jalan.
c. Ruang kelasku berlantai keramik.
d. Fasilitas ruangan kelasku.
2. Kalimat utama paragraf tersebut terletak ....
a. di awal paragraf
b. di akhir paragraf
c. di awal dan akhir paragraf
d. menyebar ke seluruh paragraf
3. Sampai di sini dulu suratku Zal. Lain kali kusambung lagi.
Salam buat teman-teman di sini.
Penggalan surat tersebut merupakan bagian
a. salam pembuka c. paragraf penutup
b. paragraf isi d. salam penutup
4. Penulisan alamat yang tepat adalah ....
a. sahabatku c. Sahabatku,
Riana Masri Riana Masri
Di Balikpapan Di Balikpapan
b. Sahabatku d. Sahabatku
Riana Masri Riana Masri
Di Solo Di balikpapan
5. Penempatan jeda yang benar adalah ....
a. Kami / siswa SMP 1 / berjanji //
b. Kami / siswa / SMP 1 / berjanji //
c. Kami siswa / SMP 1 / berjanji //
d. Kami siswa SMP 1 / berjanji //
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII 112
6. Pelafalan yang benar adalah ....
a. biologi dilafalkan biologi
b. bbc dilafalkan bebese
c. MTQ dilafalkn emtekyu
d. manager dilafalkan manejer
7. Kalimat berikut yang merupakan kalimat efektif adalah ....
a. Kedua daripada orang itu adalah adikku.
b. Kenalkan saya punya nama.
c. Dilarang tidak boleh melewati jalan ini.
d. Aku belajar di ruang kelas.
8. Wartawan : “Selamat atas keberhasilan anda!”
Sang juara : “Terima kasih.”
Wartawan : “Bagaimana perasaan anda saat ini?”
Sang juara : “......”
Isian yang tepat untuk melengkapi dialog tersebut
adalah ....
a. “Ah, biasa-biasa saja!” c. “Bahagia dan bersyukur.”
b. “Yah, senang sekali!” d. “Tentu saja bangga dong!”
9. Penulisan kalimat langsung berikut ini paling tepat
adalah ....
a. Dito berkata, “Ibu sudah berangkat ke kantor.”
b. Dito berkata, “ibu sudah berangkat ke kantor.”
c. Dito berkata, “Ibu sudah berangkat ke Kantor.”
d. Dito berkata: Ibu sudah berangkat ke kantor.”
10. Kakek mengatakan bahwa beliau perlu istirahat.
Kalimat tersebut jika diubah dalam bentuk kalimat langsung
menjadi ....
a. Kakak berkata, “Beliau perlu istirahat.”
b. Kakek berkata, “Dia perlu istirahat.”
c. Kakek berkata, “Saya perlu istirahat.”
d. Kakek berkata, “Saya harus istirahat.”
11. Sambil menyelam minum air.
Kalimat tersebut termasuk ....
a. ungkapan c. majas
b. peribahasa d. gaya bahasa
12. Penulisan kata sandang ini benar, kecuali ....
a. Sang Jenderal sedang menghadap Presiden.
b. Si Ratu kecantikan dikagumi banyak orang.
c. Hang Merduwati berjalan berlahan-lahan.
d. Para prajurit berlatih di lapangan terbuka.
Ujian Kompetensi 113
13.
Memo
Kepada : Bagian personalia
Dari : Direktur keuangan
Laporkan keadaan pegawai per 1 Juli 2007
Dyakso Nugroho
Isi memo tersebut tentang ....
a. teguran bagi pegawai
b. laporan keadaan pegawai
c. penerimaan pegawai
d. pegawai yang keluar
14. Penerima memo adalah ....
a. pegawai seluruhnya c. direktur personalia
b. kepala personalia d. direktur personalia
15. Dengan siapa ini saya bicara?
Kalimat tersebut tidak efektif, seharusnya ....
a. “Yang bicara ini siapa, ya?”
b. “Berbicaranya dengan siapa ini?”
c. “Saya berbicara dengan siapa?”
d. “Ini saya berbicara dengan siapa?”
16. Kalimat berikut kalimat perintah negatif adalah ....
a. “Bermainlah di taman itu saja!”
b. “Jangan memetik bunga di taman itu!”
c. “Boleh melihat-lihat bunganya saja!”
d. “Tolong petikkan bunga untukku!”
17. Kalimat yang menggunakan kata kerja transitif adalah ....
a. Rani memainkan piano dengan bagus.
b. Adik bermain bola di lapangan.
c. Dito menendang bola itu tinggi-tinggi.
d. Kaki mulai membengkak.
18. Nama lengkapnya W.S. Rendra, lahir di Solo tanggal 7 November
1935. Kegiatan seninya menulis sajak, cerpen,
drama, kritik, dan esai dalam berbagai majalah antara lain
Kisah, Budaya, Basis, dan lain-lain. Selain itu, beliau mahir
membaca puisi, bermain drama, dan pernah menjadi
sutradara film.
Kegiatan seni yang digelutinya ....
a. menulis sajak c. menulis esai
b. menulis drama d. menulis skenario film
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII 114
19. Hal yang pantas diteladani dari tokoh tersebut ....
a. kegiatan di kota Solo
b. kegiatan bermain film
c. kemahirannya di bidang seni
d. kemahirannya menulis
20. Berikut ini yang merupakan pengalaman menyenangkan,
adalah ....
a. Aku mendapat nilai merah di rapor.
b. Aku ketinggalan kereta.
c. Aku mendapat juara 1 matematika.
d. Aku kehilangan sahabat lama.
21. Alat peraga berikut digunakan untuk cerita Malin Kundang,
kecuali ....
a. kapal-kapalan c. telepon-teleponan
b. boneka-bonekaan d. gambar lautan
22. Di dalam segala kulihat tanda
Ya, manusia baru pasti menjelma
Bangsa baru tengah ditempa
Makna kata ditempa pada puisi tersebut adalah ....
a. dibangun c. digalang
b. direkayasa d. dibuat
23. Seperti sepasang gupala, Anas dan Anwar berdiri di sisi kiri
kanan gerbang sekolah. Sementara Tejo berdiri tak acuh di
antara keduanya. Di balik wajah tidak peduli itu, sebuah
ancaman menyeringai kepada siapa saja yang lewat.
Latar atau seting kutipan di atas adalah ....
a. di depan pintu gerbang c. di dalam sekolahan
b. di halaman sekolah d. di dalam kelas
24. Solo kala bulan purnama
syahdu temaram
membangkitkan sukma
menebarkan pesona
Puisi tersebut menggambarkan suasana ....
a. terharu c. suka
b. gembira d. merah
Ujian Kompetensi 115
25. Bahasa yang santun dan efektif dalam bertelepon adalah...
a. “Hallo, Saya mau bicara sama Pak Amir, dong.”
b. “Hallo, Selamat malam.
Saya Pak Surya. Tadi saya sudah janji mau nelpon Pak
Amir. Kalau sekarang Pak Amirnya ada nggak ya? kalau
ada saya mau bicara. Bisa nggak?
c. “Hallo. Pak Amir ada disitu?”
d. “Hallo. Ini Pak Surya. Bolehkah saya bicara dengan Pak
Amir.?”
26. Dahulu kala, di sebuah desa tinggallah suami istri. Meskipun
mereka miskin, tetapi hidupnya sangat rukun. Pada malam
Natal itu mereka hanya memandang salju yang turun terus.
Dingin dan lembap.
Peristiwa itu terjadi ....
a. di awal bulan Desember
b. di pertengahan bulan Desember
c. di akhir bulan Desember
d. menjelang bulan Desember
27. Kancil berlari kencang. Ia takut menyeberangi sungai itu.
“Wahai, buaya sahabatku! Tolonglah seberangkan aku
sampai di sana! Kamu nanti akan aku beri hadiah.”
Relevansi kutipan tersebut dengan situasi sekarang,
kecuali ....
a. orang yang memberi pertolongan dengan meminta
imbalan
b. orang yang meminta pertolongan dengan pamrih
c. orang yang tulus memberi pertolongan
d. orang yang besar hati karena mau menolong
28. Hal yang perlu diamati ketika teman berbicara adalah ....
a. penampilan c. kelancaran
b. keruntuhan d. kesesuaian teman
29. Sebuah lok hitam
Meluncur sendirian
Makna kata lok hitam adalah ....
a. pemimpin yang jahat
b. pemimpin yang berkulit hitam
c. pemimpin stasiun yang hitam
d. pemimpin kereta api hitam
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII 116
30. Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut nama-Mu
Penempatan jeda yang benar adalah ....
a. Aku / masih / menyebut/ nama-Mu //
b. Aku masih / menyebut/ nama-Mu //
c. Aku masih menyebut/ nama-Mu //
d. Aku / masih menyebut/ nama-Mu //
II. Uraian
1. a. Buatlah 2 kalimat berita positif!
b. Buatlah 2 kalimat berita negatif!
2. Buatlah buku harian berdasarkan uraian berikut ini!
Waktu : liburan kenaikan kelas
Tempat : tempat wisata
Peristiwa : berkenalan dengan teman lama di kota kecil
dulu
3. Buatlah surat pribadi yang kalian tujukan kepada sahabatmu.
Isi surat menggambarkan kalian sudah kerasan tinggal di
kota yang baru. Sekarang kalian sedang mengikuti kegiatan
drama di sekolah.
4. Buatlah kalimat bermakna denotasi dan konotasi dengan
menggunakan kata berikut.
No Kata Makna Denotasi Makna Konotasi
1. bunga
2. tangan
3. taman
4. mata
5. Buatlah kalimat dengan menggunakan majas berikut!
a. Personifikasi
b. Hiperbola
c. Metafora
6. Buatlah sebuah percakapan melalui telepon! Isi pembicaraan
tentang pembuatan laporan ke Panti Asuhan
Ujian Kompetensi 117
7. Ubahlah tabel berikut menjadi bentuk diagram batang!
Data Pengunjung Museum
Bulan SD SMP SMA Mahasiswa Umum
Juni 113 140 71 38 115
Juli 140 130 52 40 110
Agustus 150 150 70 50 200
September 120 130 56 68 211
Oktober 110 140 83 71 240
8. Buatlah pengumuman dengan data sebagai berikut!
Ditujukan : teman-teman sekolah
Isi : senam pagi
Hari/Tgl : Jumat, 28 September 2007
Waktu : pukul 07.30
9. Buatlah pesan singkat dengan situasi berikut ini!
Kamu akan mengajak temanmu menengok gurumu nanti
sore. Teringat temanmu tidak ada di rumah.
10. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembacaan puisi
a. irama, volume suara, dan konotasi
b. denotasi, konotasi, dan artikulasi
c. mimik, kinesik, dan volume suara
d. artikulasi, penjedaan, dan kompetensi
11. Lanjutkan pantun berikut ini!
Asam pauh dari seberang
Dimuat orang dalam pedati
...........................................
...........................................
12. Bacalah Kutipan cerpen berikut!
Telegram senja yang kuterima, cukup membuat aku
berpikir dengan berbagai kemungkinan. Bunyi telegram
cukup padat, singkat, dan memancing bermacam-macam
tafsiran tentang keluarga yang jauh, “Pulanglah! Kakek mau
bertemu, titik.”
Pada akhir keputusanku, aku mau pulang dengan jalan
darat, memakai kendaraan umum bus secara estafet. Kukira
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII 118
itu jalan paling singkat yang harus kutempuh. Kalau aku
memilih jalan udara, di samping uang tak cukup, juga ada
persoalan lain berupa risiko yang harus aku hadapi. Risiko,
apakah ada tempat kosong untuk besok berangkat atau
kapan jadwal penerbangan yang tepat. Soalnya kota tempat
tinggalku cukup kecil, tapi disinggahi oleh penerbangan
domestik yang seminggu entah berapa kali. Aku sudah
memperhitungkan jika estafet berjalan beres, berarti dalam
dua hari bisa sampai. Jika ada yang tak beres, mungkin entah
sesudah beberapa hari baru tiba. Akan tetapi, aku berharap
semuanya beres.
Memang keinginan untuk cepat mengetahui masalah,
menggebu-gebu dalam benakku. Akan tetapi, aku juga harus
memperhitungkan segi ekonomi. Maklumlah, aku belum
berpenghasilan dan kiriman dari rumah selalu saja pas-pasan.
Tak ada kemungkinan untuk menabung, menyisakan uang.
Apa boleh buat, aku belajar pasrah setelah usaha maksimal
kutempuh tak berhasil.
12. Tentukan temanya!
13. Tentukan watak tokoh tersebut!
14. Tentukan latar/settingnya!
15. Tentukan sudut pandangnya!
16. Tentukan amanatnya!
17. Buatlah puisi sederhana yang sumber temanya diambil dari
pengalamanmu!
Gadis Desa
Siul pagi betapa manis
Mengusap pipi gadis
Tentukan majas yang digunakan dalam puisi tersebut!
18.
Karangan Bunga
Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
Sore itu
Ujian Kompetensi 119
Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
Siang tadi
Taufik Ismail
19. Tentukan makna denotasi dan makna konotasi puisi
“Karangan Bunga”
20. Ceritakan isi puisi tersebut dalam bentuk prosa!
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII 120
GLOSARIUM
amanat pesan atau ujaran yang ingin disampaikan pengarang
antonim berasal dari kata ‘anti’ berarti lawan dan ‘anima’ yang
berarti nama
bahasa ekspresif bahasa yang mampu mengungkapkan
keadaan, maksud, gagasan atau perasaan secara tepat
berita rakyat dongeng yang bercirikan cerita populer dikalangan
rakyat umum
cerpen cerita pendek yang waktu pembacaannya singkat,
alurnya sederhana, penggambaran tokoh-tokohnya terbatas
dongeng cerita yang berisi hal-hal yang tidak masuk akal (cerita
yang direka-reka)
fabel dongeng yang bercirikan cerita yang tokoh-tokohnya
dalam cerita berupa binatang yang perilakunya seperti
manusia
kalimat efektif kalimat yang mengungkapkan gagasan secara
logis (masuk akal), menggunakan kata-kata yang hemat, dan
tidak menimbulkan makna ganda
kalimat langsung kalimat yang dikutip secara langsung, diampit
oleh tanda petik (“ ..... “)
kalimat tak langsung kalimat yang menirukan ucapan dari
pembicara secara tidak langsung sehingga menyebabkan
perubahan pada kata ganti
karangan narasi karangan yang mengungkapkan suatu
kejadian berdasar urutan waktu yang tepat
kinesik Ekspresi tubuh berupa gerakan yang mendukung isi
puisi atau prosa
latar/setting tempat, waktu, dan suasana yang melingkupi
terjadinya peristiwa dalam cerita
legenda dongeng yang bercirikan cerita yang berhubungan
dengan terjadinya suatu tempat
membaca cepat kegiatan membaca secara cepat disertai dengan
pemahaman isi bacaan
memo/memorandum bentuk komunikasi yang berisi saran,
arahan, atau penerangan untuk orang lai yang ditulis secara
ringkas
memindai suatu teknik membaca untuk mendapatkan informasi
tanpa membaca yang lain. Jadi, langsung ke informasi atau
fakta yang dicari
Ujian Kompetensi 121
merefleksikan puisi mengungkapkan isi puisi dalam bentuk
prosa
mimik perubahan raut muka yang terlihat ketika membacakan
puisi, prosa, atau bermain drama
mite dongeng yang bercirikan cerita memiliki hubungan dengan
roh-roh halus
narasumber orang/ahli yang dimintai keterangan atau informasi
pantun bentuk puisi Indonesia (melayu), tiap bait (kuplet)
biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b,a-b), tiap
larik biasanya terdiri dari empat kata. Baris pertama dan baris
kedua biasanya untuk tumpuan (sampiran) dan baris ketiga
dan keempat merupakan isi
pengumuman proses, cara, dan pembuatan pengumuman
puisi karya sastra dengan bahasa yang padat makna serta diberi
irama dengan bunyi yang padu
pima pengulangan bunyi bahasa yang berselang, baik di dalam
larik sajak maupun pada akhir larik sajak yang berdekatan
sinonim berasal dari kata ‘sin’ yang berarti sama dan ‘anim’ atau
‘anuma’ yang berarti nama
surat resmi surat yang dikirimkan oleh perseorangan atau
kantor pemerintah/swasta kepada perseorangan atau kantor
pemerintah/swasta yang isinya menyangkut masalah
kedinasan
tabel daftar berisi ikhtisar sejumlah (besar) data informasi,
biasanya berupa kata-kata dan bilangan yang tersusun secara
bersistem, urut ke bawah dalam lajur dan deret tertentu
dengan garis pembatas sehingga dapat dengan mudah
disimak
tema pokok pembicaraan yang mendasari cerita
wawancara tanya jawab dengan seseorang yang diperlukan
untuk dimintai keterangan atau pendapat mengenai suatu hal,
untuk dimuat dalam surat kabar, disiarkan melalui radio, atau
ditayangkan pada layar televisi
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII 122
INDEKS
A
alur 34
alur 45, 73
amanat 7, 45
artikulasi 41, 74
B
bestur 34
biografi 56
bukuh 42
D
deskripsi 81
diagram 77, 78
dongeng 7
drama 54
E
efektif 78, 70, 79
ekspresi 51
ekpresif 7
etika 58
F
fakta 67
festival 4
fiksi 7, 59
frasa 11
H
harmonis 13
I
idola 56, 57
intonasi 34
irama 51, 74
J
jeda 11, 74
K
kinesik 52
kompetisi 1
konotasi 14, 33
konsonan 51
L
lafal 34, 39, 41, 63
latar 45, 7
legenda 17
logis 73, 59
M
makna 13
memindai 37
mimik 34, 51, 63, 74
N
narasi 47, 70
nara sumber 55
norma 58
O
olimpiade 1
P
padu 13
paragraf 2
penokohan 45, 46, 54
prosa 52
R
realitas 73
rumpun 42
S
sains 2
Ujian Kompetensi 123
T
Tabel 76, 78
Tafsiran 89
Telegram 89
Tema 45
Tempo 8
Tokoh 56, 73
Transitif 85
W
Wawancara 50
Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII 124
Ariadinata, Joni. 2006. Aku Bisa Menulis Cerpen. Jakarta: Gema
Insani.
Badan dan Standar Nasional Pendidikan. 2006. Standar
Kompetensi dan Kompetensi Dasar Bahasa Indonesia SMP/
MTS. Jakarta.
Chaer, Abdul. 2000. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta:
Rineka Cipta.
Damono, Sapardi Djoko. 2001. Penggerak Boneka. Terjemahan
The Master Puppe�er oleh Khaterine Paterion. Jakarta:
Elex Media Komputindo.
Effendi, S. 2002. Bimbingan Aprenan Puisi. Jakarta: Pustaka.
Ensiklopedi Populer Anak. 2000. Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van
Hoeve.
Harian Kompas th. 2007, th. 2008.
Harian Suara Merdeka th. 2007. th. 2008.
Harian Suara Merdeka Yunior th. 2007.
Harian Pikiran Rakyat.
Mira W. 2002. Dari Jendela SMP. Jakarta: Gramedia.
Noer, Arifin C. 2006. AA. ii-UU. Sebuah Naskah Sandiwara.
Jakarta: PT. Pustaka Utama Grafiti.
Nurdin, Ashary. 2003. Kupu-kupu di Bantimurung. Jakarta:
Yayasan Obor Intan.
R. Hamdani, Benny. 2004. Gara-gara Nama. Bandung: PT. Mizan.
Sri Hartatik, Atik. 2006. Album Cerita Dunia. Surabaya: Indah.
Srisanti, Listiana. 2002. Harry Po�er dan Kamar Rahasia Cetakan
ke-15. Terjemahan Harry Po�er and The Chamber of Secrets
oleh J. K. Rowling. Jakarta: Gramedia.
Utomo, T. Wedy. 2002. Gesang Tetap Gesang. Semarang: Aneka
Ilmu.
Wiyanto, Asul. 2005. Kesusastraan Sekolah. Jakarta: Gramedia.
_______ 2004. Menulis Paragraf. Jakarta: Gramedia.
240 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
maryati sutopo 7, bab 9
103 Pelajaran 9 Kemanusiaan
9 KEMANUSIAAN
A. Menemukan Informasi secara Tepat
Dari Tabel /Diagram
Aspek Membaca
Standar Kompetensi
11. Memahami wacana tulis melalui kegiatan membaca intensif dan
membaca memindai.
Kompetensi Dasar
11.3.Menemukan informasi secara cepat dari tabel/diagram yang
dibaca.
Tabel memuat banyak informasi. Kemampuan memahami
suatu tabel tidak semudah membaca teks bacaan yang bukan
berupa tabel. Ada beberapa langkah yang diperlukan dalam
membaca tabel.
1. Membaca judul tabel tersebut.
2. Menentukan informasi yang ada dalam tabel tersebut.
3. Mengumpulkan dan menghubungkan informasi dari
kanan, kiri, atas, bawah, dan samping isi tabel tersebut.
4. Menyimpulkan informasi tersebut.
Perhatikan dengan saksama tabel berikut ini!
Tabel Kunjungan Wisata Tahun 2004 - 2006
175.680
315.716
230.415
105.715
No.
1.
2.
3.
4.
Jakarta
Bali
Yogyakarta
Manado
Nama Daerah
Jumlah Pengunjung
Tahun 2004 Tahun 2005 Tahun 2006
189.380
186.714
175.652
101.210
186.714
431.632
225.760
117411
103 Pelajaran 1 Sains dan Budaya
104 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
Tabel tersebut dapat diubah dalam bentuk diagram seperti
berikut ini.
I. Jawablah pertanyaan berikut ini!
1. Pada tahun berapakah kunjungan wisata ke Jakarta
menurun?
2. Daerah manakah yang mendapat kunjungan wisata paling
banyak?
3. Berapa jumlah wisatawan yang hadir ke Indonesia pada
tahun 2004?
4. Daerah manakah yang jumlah pengunjung wisatanya selalu
meningkat dari tahun ke tahun?
5. Lebih banyak manakah jumlah pengunjung daerah Jakarta
dan Yogyakarta selama tahun 2004 sampai dengan 2006?
II. Berikan komentarmu mengenai pernyataan berikut ini!
50
10
150
200
250
300
123
123
123
123
123
123
123
123
123
123
123
123
123
123
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
123
123
123
123
123
123
123
123
123
123
123
123
123
123
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
123
123
123
123
123
123
123
123
123
123
123
123
123
123
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
Th. 2004 Th. 2005 Th. 2006 123
123
123
123 12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
Jakarta
Bali
Yogyakarta
Manado
No.
1.
2.
3.
Jumlah wisatawan ke daerah Manado selalu
meningkat.
Jumlah wisatawan ke Yogyakarta tahun 2005
menurun.
Daerah Bali merupakan daerah kunjungan wisata
terbanyak.
Pernyataan S Alasan B
105 Pelajaran 9 Kemanusiaan
III. Lakukanlah kegiatan berikut!
1. Carilah informasi mengenai jumlah siswa yang berkunjung
ke perpustakaan selama tahun 2005, 2006, dan 2007!
2. Buatlah dalam bentuk tabel!
3. Buat pula dalam bentuk diagram!
4. Buatlah 3 pertanyaan mengenai isi tabel tersebut!
5. Buatlah 3 pernyataan mengenai isi tabel tersebut!
6. Kumpulkan dan mintalah penilaian dari gurumu!
Saat ini telepon bukan hal yang asing lagi. Alat ini
memperpendek jarak komunikasi. Jarak yang terbentang jauh,
rasanya bukan masalah lagi. Namun, dalam bertelepon tetap
harus mengingat kesantunannya. Sebaiknya juga menggunakan
kalimat yang efektif.
Coba peragakanlah dialog saat bertelepon berikut!
Penelepon:
Agung Nugraha
Penerima:
Ibu Rusminar
B. Bertelepon
Aspek Berbicara
Standar Kompetensi
10. Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, dan pengalaman
melalui kegiatan menanggapi cerita dan bertelepon.
Kompetensi Dasar:
10.2.Bertelepon dengan kalimat yang efektif dan bahasa yang
santun.
106 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
Ibu Rusminar : “Ya, hallo, disini Ibu Rusminar.”
Agung Nugraha : “Maaf, Bu, boleh mengganggu
sebentar?”
Ibu Rusminar : “Ya, ada apa?”
Agung Nugraha : “Begini, Bu. Teman-teman kelas VII A
berencana menengok Bapak Ridwan.
Di rumah sakit mana beliau dirwat, Bu?”
Ibu Rusminar : “Oh, baik sekali. Bapak Ridwan dirawat
di rumah sakit ‘Kasih Ibu’. Ruang
Anggrek No. 18.A.”
Agung Nugraha : “Terima kasih, Bu dan selamat siang!”
Ibu Rusminar : “Selamat siang!”
Berikut ini contoh bahasa yang santun dan kurang santun
1. Bahasa yang kurang santun
a. Gini Bu Guru, aku kan udah bilang nggak bisa ngerjakan
tugas ibu, gimana kalau ibu ngajari aku dulu?
b. Ibu malah sudah lupa, gitu aja kok lupa? Ingat dong
bu? saya kan bekas murid ibu.
2. Bahasa yang santun
a. Begini Bu, Saya belum bisa mengerjakan tugas Ibu.
Apakah ibu dapat membimbing saya lebih dulu?
b. Maaf, apakah ibu masih mengenal saya?
Berikut ini contoh pemakaian bahasa yang efektif dan tidak
efektif.
1. Kalimat tidak efektif
a. Roti ini terbuat daripada tepung, margarin, ovelet?
b. Tolong kenalkan istri saya punya nama Damayanti.
2. Kalimat efektif
a. Apakah roti ini terbuat dari tepung, margarin, dan
ovelet?
b. Perkenalkan istri saya bernama Damayanti.
1. Ubahlah kalimat berikut menjadi santun dan efektif!
a. Situ ada nomornya nggak pak? Kalo ada aku minta ya
pak? Habis, kalau mau tanya tugas yang nggak jelas kan
nggak bisa pak?
107 Pelajaran 9 Kemanusiaan
Aspek Menulis
Standar Kompetensi
16. Mengungkapkan keindahan alam dan pengalaman melalui kegiatan
menulis kreatif puisi.
Kompetensi Dasar
16.2.Menulis kreatif puisi berkenaan dengan peristiwa yang pernah
dialami.
b. Maaf kalau anda ingin lewat sebaiknya masuknya keluar
dari pintu sebelah yang kanan aja. Jangan lupa lho bu.
2. Lakukan kegiatan bertelepon secara berpasangan!
Sebaiknya tidak menggunakan teks. Pilih salah satu dari
tema percakapan berikut ini!
a. Penelepon : Rizka
Penerima : Rani
Tujuan : Mengajak belajar bersama
b. Penelepon : Bapak Ahmat Zulidar
Penerima : Zulfa, putra Bapak Ahmat Zulidar
Tujuan : Menanyakan keadaan putranya yang
sedang mengikuti OSN (Olimpiade
Sains Nasional)
c. Penelepon : Ibu Latifa
Penerima : Ibu Marina
Tujuan : Mengajak menenggok ke rumah sakit
Pada pelajaran yang lalu, kalian telah belajar menulis puisi
tentang keindahan alam. Kali ini kalian akan belajar menulis
puisi berkenaan dengan peristiwa yang pernah dialami. Bahan
menulis puisi berikut ini, gagasannya berasal dari pengalaman.
Perhatikan contoh berikut ini!
1. Saat itu aku akan berangkat sekolah. Seperti biasanya, aku
berjalan kaki karena jarak sekolahku dan rumah tidak
terlalu jauh. Jalan yang kulalui ramai sekali, semua
C. Menulis Puisi
108 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
Bacalah deskripsi berikut ini!
2. Aku menghambur ke luar kelas. Ingin cepat-cepat sampai
di rumah. Aku ingin menunjukkan hasil ulanganku pada
ibuku. Aku ingin ibuku bangga terhadapku. Ternyata kerja
kerasku selama ini tak sia-sia. Aku dapat nilai matematika
dengan sempurna. Aku bangga ketika teman-teman
memberi julukan padaku profesor kalkulus.
Jika diubah dalam bentuk puisi!
Seandainya Aku Cepat Berlari
Seandainya aku cepat berlari
Nenek itu tak kan terjatuh
Nenek itu tak kan tersakiti
Aku menyesali kelambananku
Nek, maafkan aku
Tak bisa menolongmu!
kendaraan melewati jalan ini. Bus, mobil pribadi, angkutan
umum, sepeda motor, ataupun sepeda biasa. Semua jadi
satu. Dan yang paling ramai, ketika harus melewati
perempatan itu. Kalau semua tidak mau mengalah,
kemacetan tak akan terhindari lagi.
Sampai suatu saat ketika aku berjalan, kulihat dari
kejauhan seorang nenek akan menyeberangi jalan itu.
Kulihat nenek itu sudah maju setengah jalan tetapi tibatiba
berhenti dan mundur ke belakang ... Dan dari
belakang sebuah mobil menyerempet nenek itu. Kulihat
nenek itu terjatuh dan kendaraan terhenti, lalu orangorang
mulai mengerumuni tempat itu. (sumber: Penulis)
Sumber: Penulis
Sumber: Penulis
109 Pelajaran 9 Kemanusiaan
Berdasarkan deskripsi tersebut, lanjutkan puisi berikut ini!
Profesor Kalkulus
Itulan julukanku
Ketika aku ....
..............................................
..............................................
..............................................
..............................................
..............................................
Ternyata mudah bukan menulis puisi itu. Pengalaman adalah
guru yang terbaik, dan pengalaman banyak sekali, bukan? Nah,
tulislah pengalamanmu dalam bentuk puisi!
1. Tentukan sebuah pengalamanmu, lalu deskripsikanlah!
Selanjutnya, ubahlah menjadi sebuah puisi!
Deskripsi pengalaman ketika kalian berulang tahun.
Ulang Tahunku
Hari itu aku bangun pagi seperti biasa. Aku membantu
ibuku telebih dahulu. Kurapikan tempat tidur, menyapu lantai,
dan mengisi bak mandi ................................................................
........................................................................................................
........................................................................................................
........................................................................................................
........................................................................................................
........................................................................................................
........................................................................................................
........................................................................................................
........................................................................................................
110 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
2. Setelah kalian mendiskripsikan dalam bentuk prosa, lalu
tulislah dalam bentuk puisi!
Ulang Tahunku
Ku sambut mentari pagi
Ada yang istimewa kali ini
............................................................................................
............................................................................................
............................................................................................
............................................................................................
............................................................................................
............................................................................................
............................................................................................
............................................................................................
............................................................................................
Oleh: ...................................
3. Tulis kembali di kertas dan berilah hiasan!
4. Tempelkan di dinding sekolahmu atau di kamarmu!
Ternyata bangga, bukan?
Kalian telah jadi penyair.
9 KEMANUSIAAN
A. Menemukan Informasi secara Tepat
Dari Tabel /Diagram
Aspek Membaca
Standar Kompetensi
11. Memahami wacana tulis melalui kegiatan membaca intensif dan
membaca memindai.
Kompetensi Dasar
11.3.Menemukan informasi secara cepat dari tabel/diagram yang
dibaca.
Tabel memuat banyak informasi. Kemampuan memahami
suatu tabel tidak semudah membaca teks bacaan yang bukan
berupa tabel. Ada beberapa langkah yang diperlukan dalam
membaca tabel.
1. Membaca judul tabel tersebut.
2. Menentukan informasi yang ada dalam tabel tersebut.
3. Mengumpulkan dan menghubungkan informasi dari
kanan, kiri, atas, bawah, dan samping isi tabel tersebut.
4. Menyimpulkan informasi tersebut.
Perhatikan dengan saksama tabel berikut ini!
Tabel Kunjungan Wisata Tahun 2004 - 2006
175.680
315.716
230.415
105.715
No.
1.
2.
3.
4.
Jakarta
Bali
Yogyakarta
Manado
Nama Daerah
Jumlah Pengunjung
Tahun 2004 Tahun 2005 Tahun 2006
189.380
186.714
175.652
101.210
186.714
431.632
225.760
117411
103 Pelajaran 1 Sains dan Budaya
104 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
Tabel tersebut dapat diubah dalam bentuk diagram seperti
berikut ini.
I. Jawablah pertanyaan berikut ini!
1. Pada tahun berapakah kunjungan wisata ke Jakarta
menurun?
2. Daerah manakah yang mendapat kunjungan wisata paling
banyak?
3. Berapa jumlah wisatawan yang hadir ke Indonesia pada
tahun 2004?
4. Daerah manakah yang jumlah pengunjung wisatanya selalu
meningkat dari tahun ke tahun?
5. Lebih banyak manakah jumlah pengunjung daerah Jakarta
dan Yogyakarta selama tahun 2004 sampai dengan 2006?
II. Berikan komentarmu mengenai pernyataan berikut ini!
50
10
150
200
250
300
123
123
123
123
123
123
123
123
123
123
123
123
123
123
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
123
123
123
123
123
123
123
123
123
123
123
123
123
123
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
123
123
123
123
123
123
123
123
123
123
123
123
123
123
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
1234
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
Th. 2004 Th. 2005 Th. 2006 123
123
123
123 12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
12345
Jakarta
Bali
Yogyakarta
Manado
No.
1.
2.
3.
Jumlah wisatawan ke daerah Manado selalu
meningkat.
Jumlah wisatawan ke Yogyakarta tahun 2005
menurun.
Daerah Bali merupakan daerah kunjungan wisata
terbanyak.
Pernyataan S Alasan B
105 Pelajaran 9 Kemanusiaan
III. Lakukanlah kegiatan berikut!
1. Carilah informasi mengenai jumlah siswa yang berkunjung
ke perpustakaan selama tahun 2005, 2006, dan 2007!
2. Buatlah dalam bentuk tabel!
3. Buat pula dalam bentuk diagram!
4. Buatlah 3 pertanyaan mengenai isi tabel tersebut!
5. Buatlah 3 pernyataan mengenai isi tabel tersebut!
6. Kumpulkan dan mintalah penilaian dari gurumu!
Saat ini telepon bukan hal yang asing lagi. Alat ini
memperpendek jarak komunikasi. Jarak yang terbentang jauh,
rasanya bukan masalah lagi. Namun, dalam bertelepon tetap
harus mengingat kesantunannya. Sebaiknya juga menggunakan
kalimat yang efektif.
Coba peragakanlah dialog saat bertelepon berikut!
Penelepon:
Agung Nugraha
Penerima:
Ibu Rusminar
B. Bertelepon
Aspek Berbicara
Standar Kompetensi
10. Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, dan pengalaman
melalui kegiatan menanggapi cerita dan bertelepon.
Kompetensi Dasar:
10.2.Bertelepon dengan kalimat yang efektif dan bahasa yang
santun.
106 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
Ibu Rusminar : “Ya, hallo, disini Ibu Rusminar.”
Agung Nugraha : “Maaf, Bu, boleh mengganggu
sebentar?”
Ibu Rusminar : “Ya, ada apa?”
Agung Nugraha : “Begini, Bu. Teman-teman kelas VII A
berencana menengok Bapak Ridwan.
Di rumah sakit mana beliau dirwat, Bu?”
Ibu Rusminar : “Oh, baik sekali. Bapak Ridwan dirawat
di rumah sakit ‘Kasih Ibu’. Ruang
Anggrek No. 18.A.”
Agung Nugraha : “Terima kasih, Bu dan selamat siang!”
Ibu Rusminar : “Selamat siang!”
Berikut ini contoh bahasa yang santun dan kurang santun
1. Bahasa yang kurang santun
a. Gini Bu Guru, aku kan udah bilang nggak bisa ngerjakan
tugas ibu, gimana kalau ibu ngajari aku dulu?
b. Ibu malah sudah lupa, gitu aja kok lupa? Ingat dong
bu? saya kan bekas murid ibu.
2. Bahasa yang santun
a. Begini Bu, Saya belum bisa mengerjakan tugas Ibu.
Apakah ibu dapat membimbing saya lebih dulu?
b. Maaf, apakah ibu masih mengenal saya?
Berikut ini contoh pemakaian bahasa yang efektif dan tidak
efektif.
1. Kalimat tidak efektif
a. Roti ini terbuat daripada tepung, margarin, ovelet?
b. Tolong kenalkan istri saya punya nama Damayanti.
2. Kalimat efektif
a. Apakah roti ini terbuat dari tepung, margarin, dan
ovelet?
b. Perkenalkan istri saya bernama Damayanti.
1. Ubahlah kalimat berikut menjadi santun dan efektif!
a. Situ ada nomornya nggak pak? Kalo ada aku minta ya
pak? Habis, kalau mau tanya tugas yang nggak jelas kan
nggak bisa pak?
107 Pelajaran 9 Kemanusiaan
Aspek Menulis
Standar Kompetensi
16. Mengungkapkan keindahan alam dan pengalaman melalui kegiatan
menulis kreatif puisi.
Kompetensi Dasar
16.2.Menulis kreatif puisi berkenaan dengan peristiwa yang pernah
dialami.
b. Maaf kalau anda ingin lewat sebaiknya masuknya keluar
dari pintu sebelah yang kanan aja. Jangan lupa lho bu.
2. Lakukan kegiatan bertelepon secara berpasangan!
Sebaiknya tidak menggunakan teks. Pilih salah satu dari
tema percakapan berikut ini!
a. Penelepon : Rizka
Penerima : Rani
Tujuan : Mengajak belajar bersama
b. Penelepon : Bapak Ahmat Zulidar
Penerima : Zulfa, putra Bapak Ahmat Zulidar
Tujuan : Menanyakan keadaan putranya yang
sedang mengikuti OSN (Olimpiade
Sains Nasional)
c. Penelepon : Ibu Latifa
Penerima : Ibu Marina
Tujuan : Mengajak menenggok ke rumah sakit
Pada pelajaran yang lalu, kalian telah belajar menulis puisi
tentang keindahan alam. Kali ini kalian akan belajar menulis
puisi berkenaan dengan peristiwa yang pernah dialami. Bahan
menulis puisi berikut ini, gagasannya berasal dari pengalaman.
Perhatikan contoh berikut ini!
1. Saat itu aku akan berangkat sekolah. Seperti biasanya, aku
berjalan kaki karena jarak sekolahku dan rumah tidak
terlalu jauh. Jalan yang kulalui ramai sekali, semua
C. Menulis Puisi
108 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
Bacalah deskripsi berikut ini!
2. Aku menghambur ke luar kelas. Ingin cepat-cepat sampai
di rumah. Aku ingin menunjukkan hasil ulanganku pada
ibuku. Aku ingin ibuku bangga terhadapku. Ternyata kerja
kerasku selama ini tak sia-sia. Aku dapat nilai matematika
dengan sempurna. Aku bangga ketika teman-teman
memberi julukan padaku profesor kalkulus.
Jika diubah dalam bentuk puisi!
Seandainya Aku Cepat Berlari
Seandainya aku cepat berlari
Nenek itu tak kan terjatuh
Nenek itu tak kan tersakiti
Aku menyesali kelambananku
Nek, maafkan aku
Tak bisa menolongmu!
kendaraan melewati jalan ini. Bus, mobil pribadi, angkutan
umum, sepeda motor, ataupun sepeda biasa. Semua jadi
satu. Dan yang paling ramai, ketika harus melewati
perempatan itu. Kalau semua tidak mau mengalah,
kemacetan tak akan terhindari lagi.
Sampai suatu saat ketika aku berjalan, kulihat dari
kejauhan seorang nenek akan menyeberangi jalan itu.
Kulihat nenek itu sudah maju setengah jalan tetapi tibatiba
berhenti dan mundur ke belakang ... Dan dari
belakang sebuah mobil menyerempet nenek itu. Kulihat
nenek itu terjatuh dan kendaraan terhenti, lalu orangorang
mulai mengerumuni tempat itu. (sumber: Penulis)
Sumber: Penulis
Sumber: Penulis
109 Pelajaran 9 Kemanusiaan
Berdasarkan deskripsi tersebut, lanjutkan puisi berikut ini!
Profesor Kalkulus
Itulan julukanku
Ketika aku ....
..............................................
..............................................
..............................................
..............................................
..............................................
Ternyata mudah bukan menulis puisi itu. Pengalaman adalah
guru yang terbaik, dan pengalaman banyak sekali, bukan? Nah,
tulislah pengalamanmu dalam bentuk puisi!
1. Tentukan sebuah pengalamanmu, lalu deskripsikanlah!
Selanjutnya, ubahlah menjadi sebuah puisi!
Deskripsi pengalaman ketika kalian berulang tahun.
Ulang Tahunku
Hari itu aku bangun pagi seperti biasa. Aku membantu
ibuku telebih dahulu. Kurapikan tempat tidur, menyapu lantai,
dan mengisi bak mandi ................................................................
........................................................................................................
........................................................................................................
........................................................................................................
........................................................................................................
........................................................................................................
........................................................................................................
........................................................................................................
........................................................................................................
110 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
2. Setelah kalian mendiskripsikan dalam bentuk prosa, lalu
tulislah dalam bentuk puisi!
Ulang Tahunku
Ku sambut mentari pagi
Ada yang istimewa kali ini
............................................................................................
............................................................................................
............................................................................................
............................................................................................
............................................................................................
............................................................................................
............................................................................................
............................................................................................
............................................................................................
Oleh: ...................................
3. Tulis kembali di kertas dan berilah hiasan!
4. Tempelkan di dinding sekolahmu atau di kamarmu!
Ternyata bangga, bukan?
Kalian telah jadi penyair.
maryati sutopo 7, bab 8
9 2 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
8 KEHIDUPAN
A. Menemukan Gagasan Utama
Aspek Membaca
Standar Kompetensi
11. Memahami wacana tulis melalui kegiatan membaca intensif dan
membaca memindai.
Kompetensi Dasar
11.2.Menemukan gagasan utama dalam teks yang dibaca.
Kegiatan membaca mendatangkan banyak manfaat.
Membaca membuka cakrawala dunia. Demikian ungkapan
yang sering kita dengar. Tahukah kalian yang dimaksud
ungkapan tersebut? Memahami teks bacaan berarti mampu
menentukan gagasan utamanya.
Perhatikan contoh berikut ini!
Solo merupakan kota yang dijuluki
kota batik. Hampir semua orang mengenal
batik. Bahkan Presiden Afrika Selatan,
Nelson Mandela pun sangat suka memakai
batik. Batik banyak ditemukan di kota ini.
Dari produk rumahan sampai produk
pabrikan terkenal. Motif batik sangat
beragam, ada udan liris, kawung, sidomukti,
parang kembang, parang klitik, dan banyak
lagi. Jika Anda menginginkan batik, datang
saja ke kota ini. Anda dapat langsung
menuju Pasar Klewer, pusat penjualan batik
yang terkenal itu. (Sumber Penulis)
92 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
93 Pelajaran 8 Kehidupan
Bagaimana cara menemukan gagasan utama? Caranya
mudah, yaitu dengan mencari pokok permasalahan yang
dituangkan dalam paragraf tersebut.
Sebelum kalian berlatih lebih lanjut dalam menemukan
gagasan utama, pahamilah hal-hal berikut ini terlebih dahulu.
1. Paragraf
Paragraf merupakan inti penuangan buah pikiran dalam
sebuah karangan. Dalam paragraf terkandung satu gagasan
yang didukung oleh semua kalimat dalam paragraf tersebut.
Setiap paragraf terdiri dari kalimat utama/kalimat topik dan
kalimat penjelas.
2. Syarat-syarat pembentukan paragraf
a. Kesatuan
Setiap paragraf hanya mengandung satu gagasan pokok.
Fungsi paragraf adalah mengembangkan gagasan pokok
tersebut. Kalimat dalam paragraf tersebut harus
mendukung gagasan pokok.
b. Kepaduan
Syarat kedua pengembangan paragraf ialah kepaduan
atau koherensi. Satu paragraf dibangun oleh kalimat
yang mempunyai hubungan timbal balik.
c. Kelengkapan
Salah satu syarat yang juga penting adalah kelengkapan.
Satu paragraf dikatakan lengkap jika berisi kalimatkalimat
penjelas yang cukup untuk menunjang
kejelasan kalimat utama.
Solo dijuluki kota batik.
Gagasan Utama Gagasan Penjelas
- Semua orang mengenal batik.
- Produk rumahan atau pabrik terkenal.
- Macam-macam motif batik.
- Pusat penjualan di Pasar Klewer.
Pahamilah contoh berikut ini!
Sejak tahun 1930-an, Bali sudah dikenal dunia luar. Saat itu, orang asing
datang pertama ke pusat perkampungan kesenian di Ubud. Di antara mereka,
ada seniman lukis yang menetap beberapa saat guna mendapatkan inspirasi
untuk berkarya. Ada pula yang berada di sana berbulan-bulan, bahkan
bertahun-tahun. Sebagai ungkapan rasa kagum, mereka menuangkan
94 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
keunikan Bali ke dalam tulisan atau karya lukis. Hasil karya
tersebut disebarluaskan ke mancanegara. (Suara Merdeka)
Dari paragraf tersebut dapat kita temukan sebagai berikut.
1. Bacalah teks berikut ini dengan saksama!
Tanda untuk Lindungi Batik Indonesia
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Andi Mattalatta,
meluncurkan tanda batik atau batik mark “Batik Indonesia” saat
pembukaan Gelar Batik Nusantara yang diselenggarakan Yayasan
Batik Indonesia di Jakarta Convention Center, Rabu (19/9).
Dalam acara yang dibuka Ny. Ani Yudhoyono tersebut,
Andi menyebutkan, pemberian tanda batik dimaksudkan
untuk melestarikan batik Indonesia dan melindunginya secara
hukum dari pemanfaatan oleh pihak lain di dalam maupun
luar negeri, memperkenalkan identitas batik Indonesia ke
pasar dunia, serta meningkatkan kepercayaan dan apresiasi
masyarakat terhadap batik Indonesia.
Tanda batik ini digagas bersama antara Departemen
Perindustiran, Dephuk dan HAM, Yayasan Batik Indonesia,
para pengusaha, dan seniman batik. Langkah ini merupakan
upaya untuk melindungi batik Indonesia di tengah persaingan
pasar global, antara lain dari negara tetangga Malaysia yang
gencar mempromosikan batik sebagai warisan budaya negara
itu.
Walaupun batik sebagai teknik membentuk ragam hias
dengan menggunakan printing warna dari malam bukan asli
Indonesia, Indonesia adalah negara yang paling maju
mengembangkannya.
Bali sudah dikenal dunia
luar
Gagasan Utama Gagasan Penjelas
1. Orang asing pertama kali datang di Ubud.
2. Ada yang menetap sebentar.
3. Ada yang menetap bertahun-tahun.
4. Rasa kagum dituangkan dalam seni.
5. Hasil disebarluaskan di mancanegara.
No.
1.
95 Pelajaran 8 Kehidupan
Tanda batik ini akan diberikan untuk batik tulis, batik cap,
dan kombinasi keduanya. Sertifikat tanda batik akan
dikeluarkan Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) di
Yogyakarta setelah melalui pengujian.
Dirjen Industri Kecil dan Menengah, Sakri Widhianto,
kepada Kompas mengatakan biaya pengujian untuk
mendapatkan tanda batik ini Rp750.000 per kriteia. Di luar
itu, ada biaya untuk pengambilan contoh karena contoh harus
diambil petugas BBKB untuk memastikan proses pembuatan
batik.
Menurut Sakri, tanda batik itu hanya diberikan kepada
pengusaha batik yang memiliki merek. Tujuannya, memastikan
pengusaha akan bertanggung jawab terhadap kualitas batiknya
dan dapat melindungi diri bila batiknya ditiru pelaku industri
lain.
Dirjen mengakui, tugas berikut adalah sosialisasi kepada
para pengusaha batik dan memastikan prosedur
mendapatkan tanda penanda tersebut tidak birokratis.
Industri batik tulis, cap, dan kombinasi keduanya bernilai
Rp2,3 triliun dengan nilai ekspor per tahun 110 juta dollar AS
dan dikerjakan oleh 48.000 unit usaha di berbagai provinsi di
tanah air.
Sumber: Kompas, 20 September 2007
2. Tentukan gagasan utama dan gagasan penjelasnya!
3. Setelah kalian menentukan gagasan utama dan gagasan
penjelasnya, tukarkanlah hasil pekerjaanmu dengan teman
No.
1.
2.
3.
4
Paragraf Gagasan Utama Gagasan Penjelas
1.
2.
3.
4
..............................................
..............................................
..............................................
..............................................
..............................................
..............................................
..............................................
..............................................
.........................................
.........................................
.........................................
.........................................
.........................................
.........................................
.........................................
.........................................
96 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
B. Menulis Pesan Singkat
Aspek Menulis
Standar Kompetensi
12. Mengungkapkan berbagai informasi dalam bentuk narasi dan pesan
singkat.
Kompetensi Dasar
12.2.Menulis pesan singkat sesuai dengan isi dengan menggunakan
kalimat efektif dan bahasa yang santun.
Pesan singkat merupakan pesan yang ditulis seseorang kepada
orang lain secara singkat. Walaupun singkat tetapi tetap harus
jelas maksud pesan tersebut. Pesan dapat bersifat resmi dan tidak
resmi. Pesan resmi biasanya dibuat oleh seseorang yang
kedudukannya lebih tinggi kepada orang yang kedudukan/
jabatannya lebih rendah dalam suatu instansi. Adapun pesan tidak
resmi dibuat oleh seseorang secara pribadi dalam keadaan tidak
resmi. Misalnya, kalian menulis pesan kepada teman tentang suatu
hal atau seorang ayah berpesan tentang suatu hal kepada anaknya.
Menulis pesan sebaiknya memerhatikan hal-hal berikut ini.
a. Bahasa yang digunakan singkat, jelas dan santun.
b. Pesan dapat berupa saran, arahan atau penjelasan.
c. Pesan dapat digunakan untuk keperluan dinas, pribadi,
perdagangan atau bisnis.
Berikut ini contoh pesan resmi.
SMP 1 Karang Sayung
Jl. Raya Negara No. 33 Kota Batu
12 September 2007
Kepada : Bapak Ramelan
Dari : Bendahara Sekolah
Hal : Laporan keuangan
Harap segera membuat laporan pertanggungjawaban
keuangan kegiatan Jambore Tingkat Kabupaten, paling
lambat 20 September 2007.
Tertanda
Zaenal, S.Pd.
97 Pelajaran 8 Kehidupan
No.
1.
2.
3.
Unsur Memo Resmi Tidak Resmi
1. Susunlah sebuah pesan tidak resmi dengan keterangan berikut
ini!
Pada hari Selasa kamu datang ke rumah temanmu untuk
meminjam buku biologi. Ternyata temanmu sedang pergi.
2. Susunlah sebuah pesan resmi dengan keterangan berikut ini!
a. Pesan ditujukan kepada ketua OSIS.
b. Pesan ditulis oleh Pembina OSIS.
c. Isi pesan perintah melatih anggota OSIS yang baru
sebagai petugas upacara bendera.
Berdasarkan kedua tugas yang telah kalian buat, berilah
penilaian dengan memberi tanda (v) format penilaian berikut ini!
Kelengkapan
a. kepala surat
b. judul
c. penerima memo
d. pemberi memo
e. hal
f. isi memo
g. tanggal pembuatan
h. pengirim
Bahasa yang digunakan
Kejelasan isi
Contoh pesan tidak resmi.
12 Mei 2007
Dari: Vivi
Untuk : Heni
Pesan : Hen, latihan menari tidak jadi karena pelatihnya
sedang sakit.
Tertanda
Vivi
Dari kedua contoh tersebut, dapatkah kalian menentukan
perbedaannya? Misalnya dari bentuk dan bahasanya.
Diskusikanlah dengan teman-temanmu!
98 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
Dalam pelajaran lalu telah dijelaskan bahwa cerpen
merupakan cerita pendek yang bersifat rekaan tetapi logis atau
masuk akal. Supaya logis maka cerpen dibangun dari beberapa
unsur yaitu plot (alur), tokoh, suasana, latar (setting), sudut
pandang, dan gaya pengarang dalam bercerita.
Pada pelajaran kali ini, kalian akan belajar tentang hubungan
latar cerpen dan realitas sosial. Artinya, latar atau setting itu
merupakan gambaran keadaan sosial yang terjadi pada waktu itu.
Perhatikan contoh berikut ini!
C. Hubungan Latar Cerpen dengan Realitas
Sosial
Aspek Membaca
Standar Kompetensi
14. Mengungkapkan tanggapan terhadap pembacaan cerpen.
Kompetensi Dasar
14.2.Menjelaskan hubungan latar suatu cerpen dengan realisasi
sosial.
Busku Sayang, Busku yang Malang
Bus kota merupakan alat transportasi utama bagiku, sebab
hanya itulah kendaraan satu-satunya yang melewati
sekolahku. Pagi itu, seperti biasa aku berjuang setengah mati
untuk berebut masuk ke dalamnya. Sudah bukan hal yang
asing lagi kalau masuk bus baju rapi, keluar bus jadi lecek.
Kepalaku sudah biasa beradu dengan benda lain, entah kaca
jendela, besi pegangan, tas bawaan, atau kepala orang lain.
(Sumber:Penulis)
99 Pelajaran 8 Kehidupan
Dari contoh tersebut dapat dicermati latar/setting yang ada.
Latar /setting yang ada dikaitkan dengan keadaan sosial pada
waktu itu bahwa masyarakat kecil/masyarakat yang status
ekonominya kurang mampu lebih banyak menggunakan
angkutan umum. Salah satu angkutan umum itu adalah bus
kota. Ternyata naik bus kota memerlukan perjuangan tersendiri.
Hal itu merupakan gambaran sosial yang dihadapi oleh
masyarakat kelas bawah.
Hubungan latar cerpen tersebut dengan keadaan sosial adalah
........................................................................................................
Karena Menyontek
Pada pelajaran Bu Retno, aku tidak konsentrasi, sama sekali.
Oh Tuhan aku menyesal ... mengapa aku lakukan perbuatan curang
itu. Itu pun juga salahku karena tidak belajar sebelumnya. Karena
itu, aku terpaksa menyontek, aku tak ingin mendapatkan nilai di
bawah 5.
Ah ... bodohnya aku ... kini ... aku jadi malah tidak tenang
mendapatkan nilai 9. Aku memberanikan diri minta izin ke belakang
untuk mencuci muka agar tidak terlihat sembab mataku.
Keluar dari WC, Aji sudah berdiri di depan pintu WC.
“Ji ... kamu sedang apa di sini?” tanyaku.
“Menyusul kamu Sha, kamu nggak apa-apa kan?” dia balik
bertanya.
“Aku baik-baik saja, sebaliknya kamu balik saja dulu ke kelas,
aku masih ingin di sini.”
“Nggak ah ... kayaknya kamu lagi ada masalah, cerita dulu
dong!”
“Sungguh, aku nggak apa-apa kok,” jawabku meyakinkan dia
bahwa aku baik-baik saja.
“Habis dapat nilai 9 kok sedih, kamu nggak suka ya ... kita tukar
saja, aku cuma dapat 5,” sindirnya.
“Idih ... siapa-siapa yang sedih, sok tahu kamu! Aku nggak apaapa
kok,” aku mencoba untuk bersandiwara.
Sepertinya Aji benar-benar tahu kalau aku menyontek saat
ulangan ekonomi.
Karya: Lia Isvarieha
(Sumber:Kupu-Kupu di Bantimurung)
100 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
Hubungan latar cerpen tersebut dengan keadaan sosial adalah
..............................................................................................................................
Hubungan latar cerpen tersebut dengan keadaan sosial adalah
.............................................................................................................................
Doa Sang Ibu
Pada keesokan harinya Baren pergi ke pasar Senen, karena ia melihat
aktivitas masyarakat Jakarta di pasar ini sangat ramai sekali tidak seperti pasar
di kampungku batin Baren dalam hatinya.
Kemudian, ibu separuh baya melintas di depan Baren, tanpa disadari oleh
ibu tersebut dompet yang didekapnya jatuh. Segera saja Baren memungutnya
dan tanpa pikir panjang ia segea memanggil ibu tersebut.
“Bu ... Bu ...”
Kemudian ibu tersebut menoleh, “Ada apa, Dik?”
“Ini Bu ... tadi sewaktu ibu berjalan dompet ibu terjatuh lalu saya ambil
dan langsung memberikannya pada ibu.”
“Wah ... terima kasih sekali Dik.”
“Oh ya .. nama kamu siapa Dik,” tanya ibu tersebut.
“Baren Bu,” jawabnya.
Kemudian ibu tersebut mengeluarkan dua lembar lima ribuan.
“Nah Baren karena kamu telah menolong ibu ... ini terima untuk beli jajanan ...”
“Ooh ... nggak apa-apa Bu ... saya ikhlas kok.”
“Nggak apa-apa Dik Baren ...”
“Jangan Bu,” lalu Baren berlari meninggalkan ibu itu.
“Wah ... baik benar anak itu, jarang ada orang jujur seperti dia di zaman
sekarang ini,” ujar ibu itu.
Karya: Irzam Chaniogo Doddy
Meminta Maaf
“Syukurlah kalau kamu sudah datang. Emak hanya ingin minta maaf
atas segala perbuatan Emak yang kau anggap salah. Nduk. Selama ini Emak
merasa tidak pantas untuk menjadi ibumu. Sebenarnya Emak haus akan kasih
sayangmu. Nduk, tapi bila kamu memang tidak menghendaki kehadiran Emak,
ya tidak apa-apa,” sunyi sekejap.
“Emak sudah memaafkan segala perbuatanmu pada Emak. Dan, Emak
tidak menyalahkan kamu, Nduk, karena itu hanyalah luapan amarah semata.
Emak hanya minta agar kamu enggak mengulanginya lagi. Rukun-rukunlah
kamu dengan adikmu,” jelas Emak.
“Sudahlah Mak. Emak harus istirahat yang cukup,” ucapku sambil
mengelusnya lembut.
Kulihat wajah Emak yang penuh derita. Namun, di sana kutemui guratgurat
kasih sayang dan kelegaan. (sumber: Suara merdeka ,juni 2007)
(Sumber :Kupu-Kupu di Bantimurung terbitan Obor Mas)
101 Pelajaran 8 Kehidupan
.................................................................................................
Membacakan sebuah puisi akan terasa indah dan merdu
didengar jika memerhatikan hal-hal berikut ini.
1. Irama
2. Volume suara
3. Mimik
4. Kinesik
5. Artikulasi
6. Penjedaan
Mintalah salah seorang temanmu untuk membacakan puisi
berikut ini dan tanggapilah berdasarkan hal-hal di atas.
Doa
Kepada Pemeluk Teguh
Tuhanku
Dalam termanggu
Aku masih menyebut nama-Mu
Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh
Cahaya-Mu panas suci
Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
Aku hilang bentuk
Remuk
Tuhanku
Aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
Dipintu-Mu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling
(Deru Campur Debu, 1966)
Karya :Chairil Anwar
D. Menanggapi Cara Pembacaan Puisi
Aspek Mendengarkan
Standar Kompetensi
13. Memahami pembacaan puisi.
Kompetensi Dasar
13.1 .Menanggapi cara pembacaan puisi.
102 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Apakah iramanya tepat?
Apakah volume suara sesuai tema?
Apakah mimik mendukung tema puisi?
Apakah kinesik mendukung penghayatan puisi?
Apakah artikulasinya tepat?
Apakah penjedaannya tepat?
Uraian Ya Tidak
Menurut pendapat saya: pembacaan puisi oleh teman saya tersebut ........
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
Bagaimana menanggapi pembacaan puisi?
Perhatikan contoh berikut ini!
Nama pembaca puisi: ...........................................
Tanggapan: Menurut pendapat saya pembacaan puisi oleh
teman saya tersebut baik hanya perubahan
mimik mukanya belum terlihat jelas, juga
pelafalannya masih kurang jelas.
Penanggap
Ruri
1. Bacalah puisi tersebut secara bergiliran!
2. Siswa yang tidak mendapat tugas membaca puisi, berlatih
lah menanggapi dengan mengisi rubrik berikut ini.
Judul Puisi: ....................................................................................
Nama Pembaca Puisi: ....................................................................
Kriteria:
5 - 6 jawaban ya = Bagus
3 - 4 jawaban ya = Cukup
1 - 2 jawaban ya = Kurang
8 KEHIDUPAN
A. Menemukan Gagasan Utama
Aspek Membaca
Standar Kompetensi
11. Memahami wacana tulis melalui kegiatan membaca intensif dan
membaca memindai.
Kompetensi Dasar
11.2.Menemukan gagasan utama dalam teks yang dibaca.
Kegiatan membaca mendatangkan banyak manfaat.
Membaca membuka cakrawala dunia. Demikian ungkapan
yang sering kita dengar. Tahukah kalian yang dimaksud
ungkapan tersebut? Memahami teks bacaan berarti mampu
menentukan gagasan utamanya.
Perhatikan contoh berikut ini!
Solo merupakan kota yang dijuluki
kota batik. Hampir semua orang mengenal
batik. Bahkan Presiden Afrika Selatan,
Nelson Mandela pun sangat suka memakai
batik. Batik banyak ditemukan di kota ini.
Dari produk rumahan sampai produk
pabrikan terkenal. Motif batik sangat
beragam, ada udan liris, kawung, sidomukti,
parang kembang, parang klitik, dan banyak
lagi. Jika Anda menginginkan batik, datang
saja ke kota ini. Anda dapat langsung
menuju Pasar Klewer, pusat penjualan batik
yang terkenal itu. (Sumber Penulis)
92 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
93 Pelajaran 8 Kehidupan
Bagaimana cara menemukan gagasan utama? Caranya
mudah, yaitu dengan mencari pokok permasalahan yang
dituangkan dalam paragraf tersebut.
Sebelum kalian berlatih lebih lanjut dalam menemukan
gagasan utama, pahamilah hal-hal berikut ini terlebih dahulu.
1. Paragraf
Paragraf merupakan inti penuangan buah pikiran dalam
sebuah karangan. Dalam paragraf terkandung satu gagasan
yang didukung oleh semua kalimat dalam paragraf tersebut.
Setiap paragraf terdiri dari kalimat utama/kalimat topik dan
kalimat penjelas.
2. Syarat-syarat pembentukan paragraf
a. Kesatuan
Setiap paragraf hanya mengandung satu gagasan pokok.
Fungsi paragraf adalah mengembangkan gagasan pokok
tersebut. Kalimat dalam paragraf tersebut harus
mendukung gagasan pokok.
b. Kepaduan
Syarat kedua pengembangan paragraf ialah kepaduan
atau koherensi. Satu paragraf dibangun oleh kalimat
yang mempunyai hubungan timbal balik.
c. Kelengkapan
Salah satu syarat yang juga penting adalah kelengkapan.
Satu paragraf dikatakan lengkap jika berisi kalimatkalimat
penjelas yang cukup untuk menunjang
kejelasan kalimat utama.
Solo dijuluki kota batik.
Gagasan Utama Gagasan Penjelas
- Semua orang mengenal batik.
- Produk rumahan atau pabrik terkenal.
- Macam-macam motif batik.
- Pusat penjualan di Pasar Klewer.
Pahamilah contoh berikut ini!
Sejak tahun 1930-an, Bali sudah dikenal dunia luar. Saat itu, orang asing
datang pertama ke pusat perkampungan kesenian di Ubud. Di antara mereka,
ada seniman lukis yang menetap beberapa saat guna mendapatkan inspirasi
untuk berkarya. Ada pula yang berada di sana berbulan-bulan, bahkan
bertahun-tahun. Sebagai ungkapan rasa kagum, mereka menuangkan
94 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
keunikan Bali ke dalam tulisan atau karya lukis. Hasil karya
tersebut disebarluaskan ke mancanegara. (Suara Merdeka)
Dari paragraf tersebut dapat kita temukan sebagai berikut.
1. Bacalah teks berikut ini dengan saksama!
Tanda untuk Lindungi Batik Indonesia
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Andi Mattalatta,
meluncurkan tanda batik atau batik mark “Batik Indonesia” saat
pembukaan Gelar Batik Nusantara yang diselenggarakan Yayasan
Batik Indonesia di Jakarta Convention Center, Rabu (19/9).
Dalam acara yang dibuka Ny. Ani Yudhoyono tersebut,
Andi menyebutkan, pemberian tanda batik dimaksudkan
untuk melestarikan batik Indonesia dan melindunginya secara
hukum dari pemanfaatan oleh pihak lain di dalam maupun
luar negeri, memperkenalkan identitas batik Indonesia ke
pasar dunia, serta meningkatkan kepercayaan dan apresiasi
masyarakat terhadap batik Indonesia.
Tanda batik ini digagas bersama antara Departemen
Perindustiran, Dephuk dan HAM, Yayasan Batik Indonesia,
para pengusaha, dan seniman batik. Langkah ini merupakan
upaya untuk melindungi batik Indonesia di tengah persaingan
pasar global, antara lain dari negara tetangga Malaysia yang
gencar mempromosikan batik sebagai warisan budaya negara
itu.
Walaupun batik sebagai teknik membentuk ragam hias
dengan menggunakan printing warna dari malam bukan asli
Indonesia, Indonesia adalah negara yang paling maju
mengembangkannya.
Bali sudah dikenal dunia
luar
Gagasan Utama Gagasan Penjelas
1. Orang asing pertama kali datang di Ubud.
2. Ada yang menetap sebentar.
3. Ada yang menetap bertahun-tahun.
4. Rasa kagum dituangkan dalam seni.
5. Hasil disebarluaskan di mancanegara.
No.
1.
95 Pelajaran 8 Kehidupan
Tanda batik ini akan diberikan untuk batik tulis, batik cap,
dan kombinasi keduanya. Sertifikat tanda batik akan
dikeluarkan Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) di
Yogyakarta setelah melalui pengujian.
Dirjen Industri Kecil dan Menengah, Sakri Widhianto,
kepada Kompas mengatakan biaya pengujian untuk
mendapatkan tanda batik ini Rp750.000 per kriteia. Di luar
itu, ada biaya untuk pengambilan contoh karena contoh harus
diambil petugas BBKB untuk memastikan proses pembuatan
batik.
Menurut Sakri, tanda batik itu hanya diberikan kepada
pengusaha batik yang memiliki merek. Tujuannya, memastikan
pengusaha akan bertanggung jawab terhadap kualitas batiknya
dan dapat melindungi diri bila batiknya ditiru pelaku industri
lain.
Dirjen mengakui, tugas berikut adalah sosialisasi kepada
para pengusaha batik dan memastikan prosedur
mendapatkan tanda penanda tersebut tidak birokratis.
Industri batik tulis, cap, dan kombinasi keduanya bernilai
Rp2,3 triliun dengan nilai ekspor per tahun 110 juta dollar AS
dan dikerjakan oleh 48.000 unit usaha di berbagai provinsi di
tanah air.
Sumber: Kompas, 20 September 2007
2. Tentukan gagasan utama dan gagasan penjelasnya!
3. Setelah kalian menentukan gagasan utama dan gagasan
penjelasnya, tukarkanlah hasil pekerjaanmu dengan teman
No.
1.
2.
3.
4
Paragraf Gagasan Utama Gagasan Penjelas
1.
2.
3.
4
..............................................
..............................................
..............................................
..............................................
..............................................
..............................................
..............................................
..............................................
.........................................
.........................................
.........................................
.........................................
.........................................
.........................................
.........................................
.........................................
96 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
B. Menulis Pesan Singkat
Aspek Menulis
Standar Kompetensi
12. Mengungkapkan berbagai informasi dalam bentuk narasi dan pesan
singkat.
Kompetensi Dasar
12.2.Menulis pesan singkat sesuai dengan isi dengan menggunakan
kalimat efektif dan bahasa yang santun.
Pesan singkat merupakan pesan yang ditulis seseorang kepada
orang lain secara singkat. Walaupun singkat tetapi tetap harus
jelas maksud pesan tersebut. Pesan dapat bersifat resmi dan tidak
resmi. Pesan resmi biasanya dibuat oleh seseorang yang
kedudukannya lebih tinggi kepada orang yang kedudukan/
jabatannya lebih rendah dalam suatu instansi. Adapun pesan tidak
resmi dibuat oleh seseorang secara pribadi dalam keadaan tidak
resmi. Misalnya, kalian menulis pesan kepada teman tentang suatu
hal atau seorang ayah berpesan tentang suatu hal kepada anaknya.
Menulis pesan sebaiknya memerhatikan hal-hal berikut ini.
a. Bahasa yang digunakan singkat, jelas dan santun.
b. Pesan dapat berupa saran, arahan atau penjelasan.
c. Pesan dapat digunakan untuk keperluan dinas, pribadi,
perdagangan atau bisnis.
Berikut ini contoh pesan resmi.
SMP 1 Karang Sayung
Jl. Raya Negara No. 33 Kota Batu
12 September 2007
Kepada : Bapak Ramelan
Dari : Bendahara Sekolah
Hal : Laporan keuangan
Harap segera membuat laporan pertanggungjawaban
keuangan kegiatan Jambore Tingkat Kabupaten, paling
lambat 20 September 2007.
Tertanda
Zaenal, S.Pd.
97 Pelajaran 8 Kehidupan
No.
1.
2.
3.
Unsur Memo Resmi Tidak Resmi
1. Susunlah sebuah pesan tidak resmi dengan keterangan berikut
ini!
Pada hari Selasa kamu datang ke rumah temanmu untuk
meminjam buku biologi. Ternyata temanmu sedang pergi.
2. Susunlah sebuah pesan resmi dengan keterangan berikut ini!
a. Pesan ditujukan kepada ketua OSIS.
b. Pesan ditulis oleh Pembina OSIS.
c. Isi pesan perintah melatih anggota OSIS yang baru
sebagai petugas upacara bendera.
Berdasarkan kedua tugas yang telah kalian buat, berilah
penilaian dengan memberi tanda (v) format penilaian berikut ini!
Kelengkapan
a. kepala surat
b. judul
c. penerima memo
d. pemberi memo
e. hal
f. isi memo
g. tanggal pembuatan
h. pengirim
Bahasa yang digunakan
Kejelasan isi
Contoh pesan tidak resmi.
12 Mei 2007
Dari: Vivi
Untuk : Heni
Pesan : Hen, latihan menari tidak jadi karena pelatihnya
sedang sakit.
Tertanda
Vivi
Dari kedua contoh tersebut, dapatkah kalian menentukan
perbedaannya? Misalnya dari bentuk dan bahasanya.
Diskusikanlah dengan teman-temanmu!
98 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
Dalam pelajaran lalu telah dijelaskan bahwa cerpen
merupakan cerita pendek yang bersifat rekaan tetapi logis atau
masuk akal. Supaya logis maka cerpen dibangun dari beberapa
unsur yaitu plot (alur), tokoh, suasana, latar (setting), sudut
pandang, dan gaya pengarang dalam bercerita.
Pada pelajaran kali ini, kalian akan belajar tentang hubungan
latar cerpen dan realitas sosial. Artinya, latar atau setting itu
merupakan gambaran keadaan sosial yang terjadi pada waktu itu.
Perhatikan contoh berikut ini!
C. Hubungan Latar Cerpen dengan Realitas
Sosial
Aspek Membaca
Standar Kompetensi
14. Mengungkapkan tanggapan terhadap pembacaan cerpen.
Kompetensi Dasar
14.2.Menjelaskan hubungan latar suatu cerpen dengan realisasi
sosial.
Busku Sayang, Busku yang Malang
Bus kota merupakan alat transportasi utama bagiku, sebab
hanya itulah kendaraan satu-satunya yang melewati
sekolahku. Pagi itu, seperti biasa aku berjuang setengah mati
untuk berebut masuk ke dalamnya. Sudah bukan hal yang
asing lagi kalau masuk bus baju rapi, keluar bus jadi lecek.
Kepalaku sudah biasa beradu dengan benda lain, entah kaca
jendela, besi pegangan, tas bawaan, atau kepala orang lain.
(Sumber:Penulis)
99 Pelajaran 8 Kehidupan
Dari contoh tersebut dapat dicermati latar/setting yang ada.
Latar /setting yang ada dikaitkan dengan keadaan sosial pada
waktu itu bahwa masyarakat kecil/masyarakat yang status
ekonominya kurang mampu lebih banyak menggunakan
angkutan umum. Salah satu angkutan umum itu adalah bus
kota. Ternyata naik bus kota memerlukan perjuangan tersendiri.
Hal itu merupakan gambaran sosial yang dihadapi oleh
masyarakat kelas bawah.
Hubungan latar cerpen tersebut dengan keadaan sosial adalah
........................................................................................................
Karena Menyontek
Pada pelajaran Bu Retno, aku tidak konsentrasi, sama sekali.
Oh Tuhan aku menyesal ... mengapa aku lakukan perbuatan curang
itu. Itu pun juga salahku karena tidak belajar sebelumnya. Karena
itu, aku terpaksa menyontek, aku tak ingin mendapatkan nilai di
bawah 5.
Ah ... bodohnya aku ... kini ... aku jadi malah tidak tenang
mendapatkan nilai 9. Aku memberanikan diri minta izin ke belakang
untuk mencuci muka agar tidak terlihat sembab mataku.
Keluar dari WC, Aji sudah berdiri di depan pintu WC.
“Ji ... kamu sedang apa di sini?” tanyaku.
“Menyusul kamu Sha, kamu nggak apa-apa kan?” dia balik
bertanya.
“Aku baik-baik saja, sebaliknya kamu balik saja dulu ke kelas,
aku masih ingin di sini.”
“Nggak ah ... kayaknya kamu lagi ada masalah, cerita dulu
dong!”
“Sungguh, aku nggak apa-apa kok,” jawabku meyakinkan dia
bahwa aku baik-baik saja.
“Habis dapat nilai 9 kok sedih, kamu nggak suka ya ... kita tukar
saja, aku cuma dapat 5,” sindirnya.
“Idih ... siapa-siapa yang sedih, sok tahu kamu! Aku nggak apaapa
kok,” aku mencoba untuk bersandiwara.
Sepertinya Aji benar-benar tahu kalau aku menyontek saat
ulangan ekonomi.
Karya: Lia Isvarieha
(Sumber:Kupu-Kupu di Bantimurung)
100 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
Hubungan latar cerpen tersebut dengan keadaan sosial adalah
..............................................................................................................................
Hubungan latar cerpen tersebut dengan keadaan sosial adalah
.............................................................................................................................
Doa Sang Ibu
Pada keesokan harinya Baren pergi ke pasar Senen, karena ia melihat
aktivitas masyarakat Jakarta di pasar ini sangat ramai sekali tidak seperti pasar
di kampungku batin Baren dalam hatinya.
Kemudian, ibu separuh baya melintas di depan Baren, tanpa disadari oleh
ibu tersebut dompet yang didekapnya jatuh. Segera saja Baren memungutnya
dan tanpa pikir panjang ia segea memanggil ibu tersebut.
“Bu ... Bu ...”
Kemudian ibu tersebut menoleh, “Ada apa, Dik?”
“Ini Bu ... tadi sewaktu ibu berjalan dompet ibu terjatuh lalu saya ambil
dan langsung memberikannya pada ibu.”
“Wah ... terima kasih sekali Dik.”
“Oh ya .. nama kamu siapa Dik,” tanya ibu tersebut.
“Baren Bu,” jawabnya.
Kemudian ibu tersebut mengeluarkan dua lembar lima ribuan.
“Nah Baren karena kamu telah menolong ibu ... ini terima untuk beli jajanan ...”
“Ooh ... nggak apa-apa Bu ... saya ikhlas kok.”
“Nggak apa-apa Dik Baren ...”
“Jangan Bu,” lalu Baren berlari meninggalkan ibu itu.
“Wah ... baik benar anak itu, jarang ada orang jujur seperti dia di zaman
sekarang ini,” ujar ibu itu.
Karya: Irzam Chaniogo Doddy
Meminta Maaf
“Syukurlah kalau kamu sudah datang. Emak hanya ingin minta maaf
atas segala perbuatan Emak yang kau anggap salah. Nduk. Selama ini Emak
merasa tidak pantas untuk menjadi ibumu. Sebenarnya Emak haus akan kasih
sayangmu. Nduk, tapi bila kamu memang tidak menghendaki kehadiran Emak,
ya tidak apa-apa,” sunyi sekejap.
“Emak sudah memaafkan segala perbuatanmu pada Emak. Dan, Emak
tidak menyalahkan kamu, Nduk, karena itu hanyalah luapan amarah semata.
Emak hanya minta agar kamu enggak mengulanginya lagi. Rukun-rukunlah
kamu dengan adikmu,” jelas Emak.
“Sudahlah Mak. Emak harus istirahat yang cukup,” ucapku sambil
mengelusnya lembut.
Kulihat wajah Emak yang penuh derita. Namun, di sana kutemui guratgurat
kasih sayang dan kelegaan. (sumber: Suara merdeka ,juni 2007)
(Sumber :Kupu-Kupu di Bantimurung terbitan Obor Mas)
101 Pelajaran 8 Kehidupan
.................................................................................................
Membacakan sebuah puisi akan terasa indah dan merdu
didengar jika memerhatikan hal-hal berikut ini.
1. Irama
2. Volume suara
3. Mimik
4. Kinesik
5. Artikulasi
6. Penjedaan
Mintalah salah seorang temanmu untuk membacakan puisi
berikut ini dan tanggapilah berdasarkan hal-hal di atas.
Doa
Kepada Pemeluk Teguh
Tuhanku
Dalam termanggu
Aku masih menyebut nama-Mu
Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh
Cahaya-Mu panas suci
Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
Aku hilang bentuk
Remuk
Tuhanku
Aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
Dipintu-Mu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling
(Deru Campur Debu, 1966)
Karya :Chairil Anwar
D. Menanggapi Cara Pembacaan Puisi
Aspek Mendengarkan
Standar Kompetensi
13. Memahami pembacaan puisi.
Kompetensi Dasar
13.1 .Menanggapi cara pembacaan puisi.
102 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Apakah iramanya tepat?
Apakah volume suara sesuai tema?
Apakah mimik mendukung tema puisi?
Apakah kinesik mendukung penghayatan puisi?
Apakah artikulasinya tepat?
Apakah penjedaannya tepat?
Uraian Ya Tidak
Menurut pendapat saya: pembacaan puisi oleh teman saya tersebut ........
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
Bagaimana menanggapi pembacaan puisi?
Perhatikan contoh berikut ini!
Nama pembaca puisi: ...........................................
Tanggapan: Menurut pendapat saya pembacaan puisi oleh
teman saya tersebut baik hanya perubahan
mimik mukanya belum terlihat jelas, juga
pelafalannya masih kurang jelas.
Penanggap
Ruri
1. Bacalah puisi tersebut secara bergiliran!
2. Siswa yang tidak mendapat tugas membaca puisi, berlatih
lah menanggapi dengan mengisi rubrik berikut ini.
Judul Puisi: ....................................................................................
Nama Pembaca Puisi: ....................................................................
Kriteria:
5 - 6 jawaban ya = Bagus
3 - 4 jawaban ya = Cukup
1 - 2 jawaban ya = Kurang
Langganan:
Postingan (Atom)