Senin, 23 Mei 2011

maryati sutopo 7 bab 4

37 Pelajaran 4 Sosial
4 SOSIAL
A. Menulis Teks Pengumuman
Aspek: Menulis
Standar Kompetensi:
4. Mengungkapkan pikiran dan pengalaman dalam buku harian dan
surat pribadi.
Kompetensi Dasar:
4.3. Menulis teks pengumuman dengan bahasa yang efektif, baik, dan benar.
Pengumuman merupakan salah satu bentuk komunikasi.
Sebagai salah satu bentuk komunikasi, pengumuman harus
komunikatif. Artinya, ada kesinambungan pemahaman antara
penyampai pengumuman dan penerima pengumuman. Agar
tujuan tersebut tercapai, sebuah pengumuman sebaiknya
menggunakan bahasa yang efektif, baik, dan benar.
1. Bahasa yang efektif
Apakah yang dimaksud bahasa yang efektif? Bahasa yang
efektif adalah bahasa yang menggunakan kata-kata secara tepat,
hemat, jelas, masuk akal, dan tidak menimbulkan salah
pengertian.
No.
1.
2.
3.
Penari itu masuknya keluar dari
pintu kanan atau kiri?
Rumahnya bersebelahan dengan
rumah daripada rumahku.
Kedua tetangga itu saling tolong
menolong dalam hidupnya.
Kalimat Tidak Efektif Kalimat Efektif
Penari itu keluar dari pintu kanan
atau kiri?
Rumahnya bersebelahan dengan
rumahku.
Kedua tetangga itu saling menolong
dalam hidupnya.
37 Pelajaran 1 Sains dan Budaya
38 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
2. Bahasa yang baik dan benar
Apa yang dimaksud dengan penggunaan bahasa yang baik
dan benar? Artinya, pengumuman tersebut dibuat dengan
memerhatikan bahasa yang baku, logis, lengkap dan jelas.
3. Mencermati teks pengumuman
Agar kalian memahami sebuah teks pengumuman,
perhatikanlah contoh berikut ini!
Pengumuman
Diberitahukan kepada seluruh siswa kelas IX SMP 1 kota
Baru, bahwa kunjungan ke Panti Sosial "Kasih Ibu" akan
dilaksanakan pada:
hari, tanggal : Sabtu, 15 September 2007
waktu berkumpul : Pukul 10.00 WIB
tempat berkumpul : di Aula pertemuan SMP 1 Kota Baru
Siswa yang berminat dapat mendaftarkan diri kepada
ketua kelas masing-masing. Informasi lebih lanjut hubungi
Humas OSIS SMP 1 Kota Baru.
Kota baru, 5 September 2007
Ketua Panitia
Ttd
Agus Ircham
Berdasarkan contoh tersebut, kalian dapat menjawab
pertanyaan berikut ini.
1. Siapa pembuat pengumuman tersebut?
2. Pengumuman itu ditujukan kepada siapa?
3. Apa isi pengumuman tersebut?
4. Menurut pendapatmu, sudah lengkap dan jelaskah
pengumuman itu?
5. Apakah pengumuman tersebut menggunakan bahasa yang
efektif?
6. Apakah pengumuman tersebut menggunakan bahasa yang
baik dan benar?
39 Pelajaran 4 Sosial
1. Pengumuman berkut ini belum menggunakan bahasa yang
efektif. Coba perbaikilah!
Pengumuman
Ditujukan bagi segenap siswa putra putri yang merasa
kehilangan handphone untuk mengambil handphone
tersebut di ruang guru setelah waktu istirahat
pertama.
Guru piket
2. Buatlah sebuah teks pengumuman yang berhubungan
dengan kegiatan di sekolah.
3. Tempelkan pengumuman di papan tulis, kemudian mintalah
teman-temanmu untuk memberi penilaian melalui lembar
berikut ini.
Nama pembuat pengumuman : ..................................................
Kelas : ................................................
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Menggunakan kalimat efektif
Waktu pengumuman jelas
Tempat pengumuman jelas
Isi pengumuman jelas
Pembuat pengumuman jelas
Sasaran pengumuman jelas
Penulisan terbaca dengan jelas
Uraian Ya Tidak
Menurut pendapat saya: penulisan pengumuman tersebut .......................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
Penilai,
( )
40 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
1. Syarat-syarat kalimat efektif
a. Secara tepat mewakili pikiran pembicara atau
penulisnya
b. Mengemukakan pemahaman yang sama antara
pemikiran pendengar/pembaca dengan yang
dipikirkan pembicara/penulisnya
2. Ciri-ciri kalimat efektif
a. Memiliki kesatuan gagasan
b. Memiliki kepaduan yang baik dan kompak
c. Mengungkap gagasan yang logis atau masuk akal
d. Menggunakan kata-kata secara hemat
e. Menggunakan penekanan secara tepat dan variatif
(bergaya).
B. Bercerita dengan Urutan yang Baik
Aspek: Berbicara
Standar Kompetensi:
6. Mengekspresikan pikiran dan perasaan melalui kegiatan bercerita.
Kompetensi Dasar:
6.1. Bercerita dengan uruatan yang baik, suara, lafal, intonasi, gesture,
dan mimik yang tepat.
Sebelum kalian dapat bercerita dengan baik, baca dalam
hati terlebih dahulu cerita berikut ini!
Keserakahan Hiroki
Di sebuah desa, tinggallah dua orang kakak-beradik. Sifat
kedua bersaudara ini sangat berbeda, yang tua bernama
Hiroki, suka berbuat sesuka hatinya dan sangat licik,
sedangkan adiknya bernama Toshiro, mempunyai sifat
sebaliknya: rajin bekerja dan jujur hatinya. Hiroki selalu iri
41 Pelajaran 4 Sosial
hati dan selalu mengasingkan adiknya. Toshiro sudah hampir
tidak tahan lagi tinggal bersama kakaknya yang jahat itu.
Toshiro sudah mempunyai seorang istri yang baik hati.
Mereka ingin mandiri. Pada suatu waktu Toshiro keluar dari
rumah kakaknya dan menyewa kamar di suatu tempat
bersama istrinya. Mereka menjalani kehidupan yang baru.
Akan tetapi, Toshiro tidak mendapatkan penghasilan yang
cukup untuk membiayai keperluan hidupnya. Mereka selalu
mengalami kesusahan walaupun sudah bekerja dengan giat
dan rajin.
Menjelang tahun baru, mereka tidak mempunyai uang
untuk membeli beras. Akhirnya, Toshiro memberanikan diri
datang ke rumah kakaknya untuk meminjam beras. “Kak,
tolong pinjami saya beras barang satu kilo saja,” katanya.
Tetapi kakaknya tak menghiraukannya. Lalu Toshiro pulang.
Ia melewati gunung dan sebuah ladang. Di sana ada seorang
kakek yang mengerjakan ladang itu.
Waktu melintasi ladang, ia disapa oleh Si kakek, “Eh, kau
mau ke mana, Nak?”
“Besok tahun baru, tetapi saya tidak punya apa-apa untuk
dimakan. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Itulah
sebabnya saya hanya berjalan saja,” jawab Toshiro.
Kakek memberinya sepotong kue gandum. Lalu berkata,
“Coba kau bawa kue ini ke kuil yang ada di dalam hutan sana.
Di belakang kuil itu ada sebuah lubang. Di dalamnya tinggal
beberapa orang kerdil. Orang-orang kerdil itu sangat suka kue
gandum seperti ini. Mereka pasti akan memintanya.
Tukarkanlah kue gandum ini dengan lesung batu, jangan minta
uang.” “Terima kasih, Kek!” jawab Thosiro lega.
“Enak sekali baunya, pasti kamu mempunyai kue gandum.
Kamu harus memberikan kue itu kepada kami,” kata salah
seorang dari orang-orang kerdil itu.
Mereka pun mengeluarkan banyak sekali uang emas untuk
ditukarkan dengan kue gandum itu.
Toshiro tidak mau menukarkan kue gandumnya dengan
uang. “Saya minta ditukar dengan lesung batu,” katanya
menuruti nasihat kakek di gunung.
Orang-orang kerdil berunding sebentar. “Lesung batu ini
sangat langka, sayang kalau harus kita berikan. Tapi apa boleh
42 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
buat, kita juga ingin makan kue gandum, biarkanlah kita
tukarkan dengan kue gandum itu.”
Akhirnya, orang kerdil itu bersedia menukarkan lesung
batunya dengan kue gandum.
Toshiro segera keluar dari lubang di belakang kuil sambil
membawa lesung batu ini. Lalu, diputuskannya untuk
bertanya lagi kepada kakek. Ternyata kakek masih bekerja di
ladang.
Sambil melihat lesung batu, Kakek berkata, “Kalau diputar
ke kanan, lesung batu ini akan mengeluarkan barang apa saja
yang kita minta. Dan kalau diputar ke kiri akan berhenti
mengeluarkan barang-barang itu. Jagalah lesung yang sangat
langka ini baik-baik.”
Mendengar kata kakek, Toshiro dengan hati sangat gembira
segera pulang ke rumahnya.
Melihat suaminya pulang membawa lesung batu, istrinya
yang sudah menunggu-nunggu sangat terkejut dan bertanya,
“Ke mana saja selama ini? Apa yang kamu dapat dari
kakakmu?”
Suaminya tersenyum. Setelah menggelar tikar,
diletakkannya lesung batu yang dibawanya, lalu berkata,
“Keluarkanlah beras, keluarkanlah beras.”
Keajaiban terjadi, dari dalam lesung itu keluarlah beras
sampai dua karung penuh.
Lalu si Adik berkata, “Keluarkanlah ikan salmon asin yang
paling enak rasanya.”
Ajaib, keluarlah ikan asin salmon seperti yang dikehendaki.
Satu, dua, tiga ekor.
Ia meminta beberapa lagi barang yang diperlukan untuk
tahun baru. Keluarlah semua yang dimintanya itu.
Tahun baru itu mereka lewatkan dengan hati yang sangat
gembira.
Hiroki yang mengikuti dari belakang, melihat apa yang
dilakukan Toshiro.
“Oh, lesung ajaib. Pantas ia menjadi kaya,” pikirnya.
Hiroki sangat gembira karena mengetahui mengapa
adiknya menjadi kaya.
43 Pelajaran 4 Sosial
Pada malam harinya, seisi rumah itu tidur dengan lelapnya,
Hiroki yang besembunyi di gudang belakang rumah, dengan
mengendap-endap masuk ke kamar tempat menyimpan
lesung batu. Lalu, digendongnya lesung itu dan dibawanya
lari keluar dengan hati yang sangat gembira. Selain lesung
batu, kue yang ada di kamar itu pun dicurinya.
Sampailah Hiroki di tepi pantai. Di sana ia melihat sebuah
perahu yang ditambatkan di tepi pantai. “Kebetulan sekali
ada kapal di sini,” pikirnya sambil melepaskan tali itu dan
membawanya ke tengah laut. Tujuannya ia ingin pergi ke
tempat jauh dan menjadi orang yang kaya raya.
Dengan penuh semangat, ia menyusuri pantai ke tempat
yang sangat jauh.
Setelah jauh berlayar, ia mulai lapar. Lalu, dimakannya kuekue
yang dicurinya bersama lesung batu sampai kenyang.
Setelah kenyang, ia ingin makan sesuatu yang asin, tetapi tidak
ada garam di kapal itu. Oleh karena itu, ia ingin mencoba
mengeluarkan garam dari lesung batu.
“Keluarlah garam, keluarlah garam,” katanya sambil
memutar lesung batu itu menirukan Toshiro mengeluarkan
barang.
Seketika keluarlah garam. Ia ingin menghentikan keluarnya
garam dari lesung itu, tetapi tidak tahu caranya. Dicobanya
mengatakan, “Berhentilah, berhentilah !”
Akan tetapi garam itu terus membanjir keluar. Lesung
terus berputar sembari mengeluarkan garam. Akhirnya,
seluruh kapal penuh dengan garam. Karena bebannya terlalu
berat, kapal itu tenggelam bersama Hiroki.
Sementara si lesung ajaib masih terus berputar-putar ke
arah kanan sambil mengeluarkan garam. Dan inilah yang
diyakini orang Jepang penyebab air laut menjadi asin.
Sumber: cerita dari Jepang (Anonim)
44 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
1. Urut-urutan cerita
Isi cerita tersebut, terbagi menurut penahapan dalam alur/
plot/jalan cerita. Penahapan itu seperti berikut ini.
a. Tahap perkenalan
Pada cerita “Keserakahan Hiroki” tahap perkenalan dimulai
dengan mengenalkan tokoh bernama Hiroki dan Toshiro.
Kedua kakak beradik itu mempunyai sifat berbeda. Hiroki
bersifat licik dan Toshiro bersifat jujur.
b. Tahap permasalahan
Pada tahap ini masalah mulai muncul. Saat Tahun Baru,
Toshiro dan istrinya tidak mempunyai beras. Mereka
meminta kepada kakaknya tetapi tidak diberi. Ketika pulang
bertemu kakek dan memberi nasihat mendapatkan rezeki.
Akhirnya Toshiro mendapatkan lesung ajaib yang mampu
memenuhi permintaannya.
c. Tahap puncak permasalahan
Pada tahap ini, permasalahan mulai memuncak. Hal ini
terjadi ketika Hiroki iri terhadap Thosiro yang menemukan
lesung ajaib. Ia pun berniat mengambil lesung itu dan berhasil
melarikannya.
d. Tahap pelarian
Pada tahap ini, permasalahan mulai menemukan jalan
pemecahannya. Hiroki membawa lari lesung itu. Ketika
sampai di kapal, ia meminta agar lesung itu mengeluarkan
garam. Tetapi sayang ia tak dapat menghentikan lesung yang
berputar. Lesung terus mengeluarkan garam dan memenuhi
kapal.
e. Tahap penyelesaian
Akhirnya Hiroki tenggelam bersama kapal yang penuh
dengan garam. Sejak kejadian itu, masyarakat Jepang percaya
bahwa laut menjadi asin karena lesung tersebut.
2. Bercerita dengan suara, lafal, intonasi, gesture dan
mimik yang tepat!
Selain memerhatikan urutan cerita, pencerita juga harus
memerhatikan hal-hal berikut.
a. Suara
Suara sangat berperan dalam menghidupkan suasana ketika
kalian bercerita. Suara harus terdengar jelas. Oleh karena
45 Pelajaran 4 Sosial
itu, diperlukan latihan. Selain itu, suara juga dapat diatur
dan disesuaikan dengan tokohnya.
b. Lafal
Lafal atau ucapan yang baik dalam bahasa Indonesia adalah
lafal yang bebas dari ciri-ciri lafal dialek setempat atau ciriciri
lafal bahasa daerah.
c. Intonasi
Tinggi rendahnya suara dan cepat lambatnya pengucapan
juga perlu dilatih.
Contoh: intonasi orang yang sedang marah akan berbeda
dengan intonasi orang yang sedang bersedih.
d. Gestur
Gerakan tubuh juga sangat mendukung sebuah cerita.
Contoh: ketika menceritakan tokoh yang ketakutan, maka
gerakan tubuh pencerita sedikit menggigil, dan tangan
merapat ke tubuh.
e. Mimik
Ekspresi muka atau perubahan raut muka juga berperan
dalam menghidupkan suasana.
Contoh: orang yang sedang terkejut, dan raut mukanya
terlihat tegang, mulutnya menganga, dan matanya agak
melebar.
Ceritakanlah kembali cerita di atas dengan urut-urutan yang
baik, suara, lafal, intonasi, gesture, dan mimik yang tepat!
Mintalah temanmu untuk menilai penampilanmu dengan rubrik
berikut ini.
Nama Pencerita : .............................................................
Nama Penilai : .............................................................
No.
1.
2.
3.
4.
5.
Penceritaannya runtut
Penceritaannya lancar
Suara terdengar jelas
Pelafalannya baik
Intonasinya tepat
Pokok-Pokok Berita Ya Tidak
.........
.........
.........
.........
.........
.........
.........
.........
.........
.........
46 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
6.
7.
8.
Gestur mendukung cerita
Mimik mendukung isi cerita
Penampilan percaya diri
.........
.........
.........
.........
.........
.........
Menurut pendapat saya: penceritaan teman saya tersebut bernilai A / B / C / D
karena .....................................................................................................................
.
Pengamat
Jika, jawaban ya sebanyak 7 - 8, maka nilai A.
Jika, jawaban ya sebanyak 5 - 6, maka nilai B.
Jika, jawaban ya sebanyak 3 - 4, maka nilai C.
Jika, jawaban ya sebanyak 1 - 2, maka nilai D.
Cerita dapat lebih menarik jika disampaikan dengan alat
peraga. Alat peraga merupakan alat bantu untuk mendidik atau
mengajar supaya materi yang diajarkan mudah dimengerti. Jadi
C. Bercerita dengan Alat Peraga
Aspek: Berbicara
Standar Kompetensi:
6. Mengekpresikan pikiran dan perasaan melalui kegiatan bercerita.
Kompetensi Dasar:
6.2. Berberita dengan alat peraga.
Plot atau alur adalah jalinan peristiwa atau kejadian yang
saling berkaitan. Plot/alur termasuk unsur intrinsik prosa.
47 Pelajaran 4 Sosial
alat peraga digunakan dalam bercerita agar cerita itu lebih
menarik dan mudah dipahami. Berikut contoh penggalan cerita
dan alat peraga yang digunakan.
Dalam cerita Malin Kundang, ia pergi merantau dan
kembali ke tempat kelahirannya, sampai kapalnya pecah
terhantam badai. Cerita ini tentu memerlukan alat peraga
kapal-kapalan. Kapal-kapalan itu dapat terbuat dari kayu,
plastik, atau kertas. Tokoh-tokohnya dapat diwakili dengan
boneka, atau pensil yang diberi tutup kertas dan ditulis nama
tokohnya.
Pada dasarnya, alat peraga digunakan untuk mempermudah
pemahaman. Oleh karena itu, tidak perlu mencari alat peraga
yang mahal dan sulit. Kamu bisa membuat sendiri dengan bahan
yang sederhana.
1. Ceritakanlah kembali cerita "Keserakahan Hiroki" dengan
alat peraga!
Gunakan alat peraga yang mudah didapat tetapi mampu
menghidupkan cerita tersebut! alat peraga yang digunakan
berikut ini bisa menjadi pilihan.
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Tokoh Hiroki
Tokoh Toshiro
Tokoh kakek
Orang kerdil
Lesung
Kue beras
Ikan salmon
Kapal laut
Tokoh atau Tempat Alat Peraga
Boneka dari kayu, kertas, pensil
Boneka dari kayu, kertas, pensil
Boneka dari kayu, kertas, pensil
Boneka dari kayu, kertas, pensil
Mainan terbuat dari lilin, tanah liat,
atau kertas
Kue sungguhan atau terbuat dari kertas
Mainan terbuat dari plastik atau kertas
Mainan terbuat dari plastik, kaleng,
kardus atau kertas.
2. Dari uraian tersebut, tentukanlah alat peraga yang mudah
ditemukan.
48 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
Nama : ..................................................................................
No.
1.
2.
3.
4.
5.
Apakah alat peraga yang digunakan itu menarik?
Apakah alat peraga itu mudah didapat?
Apakah cerita menjadi lebih menarik?
Apakah cerita lebih mudah dipahami?
Apakah suasana lebih menyenangkan?
Uraian Ya Tidak
Menurut pendapat saya: alat peraga yang digunakan dalam cerita tersebut
(Baik, Cukup, Kurang Baik) digunakan karena ..............................................
..............................................................................................................................
Pengamat,
( )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar