Senin, 23 Mei 2011

ratna susanti, VII bab I

Pada pelajaran ini, kamu diharapkan mampu menguasai empat
kompetensi melalui aspek berbahasa berikut ini.
♦ Mendengarkan berita tentang peristiwa yang akan dibacakan
oleh temanmu, lalu diminta menyimpulkan isi berita tersebut
berdasarkan teori 5W + 1H
♦ Menceritakan pengalaman paling mengesankan yang pernah
kamu alami dalam kehidupan sehari-hari
♦ Membaca teks wacana dan menemukan kata-kata sulit, lalu
mencari maknanya melalui kamus dengan teknik membaca
memindai
♦ Menulis buku harian berdasarkan pengalaman pribadi yang
pernah dialami dengan cara pengungkapan dan bahasa yang
baik dan benar
Peristiwa Kehidupan
Pelajaran 1
Gambar 1.1 Peristiwa angin puting beliung
membawa hikmah agar senantiasa waspada.
Repro: Kompas
2
Kompetensi Berbahasa Indonesia SMP/MTs VII
A. Mendengarkan Berita dan Menyimpulkan
Isinya
1. Mendengarkan Pembacaan Teks Berita
Kegiatan mendengarkan sering disebut dengan kegiatan menyimak.
Mendengarkan merupakan salah satu kegiatan berbahasa yang menggunakan
indra telinga. Dalam kegiatan menyimak dibutuhkan kemampuan untuk
merekam informasi yang disampaikan seseorang. Misalnya, saat mendengarkan
sebuah berita, hal terpenting yang harus diperhatikan adalah menemukan inti
sari berita tersebut. Cara yang dapat dilakukan sebagai berikut.
a. Mendengarkan dengan penuh konsentrasi sehingga mampu merekam
penyampaian berita tersebut.
b. Mendengarkan sambil melakukan pencatatan pokok-pokok isi berita.
c. Merekam dengan alat bantu, misalnya foto/kamera, video, tape recorder,
dan sebagainya.
Berita adalah informasi seputar peristiwa yang terjadi pada suatu waktu.
Jika disampaikan dengan cara dibacakan, baik melalui media televisi, radio,
maupun dibacakan oleh teman, berita tersebut merupakan ragam bicara
yang diterima informasinya dengan cara didengarkan atau disimak. Ciriciri
sebuah berita yang baik antara lain menarik perhatian, aktual (terkini),
segera, singkat, lugas, dan sederhana.
Masalah-masalah aktual adalah masalah yang menjadi perbincangan
hangat orang banyak saat ini. Permasalahan aktual dapat berupa kejadian
massal, seperti bencana alam, demonstrasi, tawuran, dan wabah penyakit.
Selain itu, dapat pula kejadian yang menimpa seseorang, seperti tragedi
akibat kasus tertentu dan kriminalitas.
Bentuklah kelompok dalam kelas sesuai kesepakatan teman-temanmu. Tutuplah
buku ini dan mintalah teman sekelompokmu membacakan teks di bawah ini. Kamu
dan teman lainnya membuat catatan tentang isi teks.
Kantor Camat Porong Diduduki Warga
Kantor Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada hari
Jumat, 23 November yang lalu diduduki 200-an warga dari Desa Renokenongo,
Porong. Mereka menuntut Mackmudatul Fatchiyah, yang saat ini menjadi
pejabat sementara Lurah Renokenongo, dicopot dari jabatannya karena
dianggap tidak mampu memperjuangkan ganti rugi bagi para korban lumpur
Lapindo. Sekitar pukul 08.00 WIB, para pengunjuk rasa sudah menyerbu
kantor kecamatan dan langsung mendudukinya. Setelah itu, pintu pagar
masuk ke kantor tersebut ditutup. Tidak ada orang lain yang boleh masuk,
kecuali polisi.
Menjelang siang, mereka berdialog dengan Camat Porong Mulyadi.
Dalam kesempatan itu, warga meminta Mulyadi agar mencopot Machmudatul
dari jabatan Lurah Renokenongo. Mendengar tuntutan itu, Mulyadi kemudian
3
Peristiwa Kehidupan
mengatakan, penggantian lurah harus atas persetujuan Bupati Sidoarjo Win
Hendrarso. Oleh karena itu, dia membutuhkan waktu untuk menyampaikannya
kepada Bupati. Ternyata, warga kesal dengan jawaban tersebut.
Sekitar pukul 12.30 Mulyadi kemudian diseret bahkan dipukul oleh beberapa
warga Renokenongo itu. Petugas kepolisian yang berupaya mengamankan
Mulyadi pun akhirnya terlibat dorong-mendorong dengan mereka. Meskipun
demikian, Mulyadi akhirnya berhasil diamankan dan dibawa kembali ke
ruang kerjanya oleh polisi.
Warga berdiam di area Kantor Kecamatan Porong itu hingga pukul 16.00
WIB. Persisnya, setelah Mulyadi membuat surat pernyataan bahwa dirinya
akan mengirimkan surat kepada Bupati Sidoarjo untuk meminta penggantian
Lurah Porong.
Menurut Pianto, salah seorang perwakilan warga, kericuhan terjadi
karena mereka bosan berunjuk rasa tanpa hasil. Dia juga mengatakan, bahwa
awal bulan ini warga berunjuk rasa ke DPRD Kabupaten Sidoarjo. Namun,
jawaban DPRD, bahwa penggantian lurah merupakan tanggung jawab camat.
Oleh karena itu, warga kembali mendatangi camat. “Ketika menemui camat,
dia malah melimpahkan kembali masalah itu ke Bupati Sidoarjo. Kami jadi
terombang-ambing, padahal kami menginginkan lurah segera dicopot karena
telah mempersulit penyelesaian ganti rugi korban lumpur dan tidak
memperjuangkan korban lumpur Lapindo,” ujarnya.
(Sumber: Kompas, Sabtu, 24 November 2007)
Setelah mendengarkan, cocokkan catatanmu dengan catatan teman-temanmu!
Jika ada bagian yang belum lengkap, lengkapilah catatanmu!
Gambar 1.2 Unjuk rasa warga Renokenongo, Porong menuntut ganti rugi.
Mendengarkan disebut juga menyimak.
Menyimak merupakan kegiatan berbahasa secara lisan.
Dalam menyimak, perlu konsentrasi untuk memahami isi pokok, hubungan
antarbagian, serta penjelasannya.
4
Kompetensi Berbahasa Indonesia SMP/MTs VII
2. Memahami Unsur-Unsur dalam Berita
Dalam teks berita terdapat beberapa unsur yang membangun sebuah
berita yang dikenal dengan prinsip 5W + 1H.
a. Apa (what) yang menjadi pokok permasalahan dalam berita.
b. Siapa (who) yang terlibat dan menjadi inti pemberitaan itu.
c. Di mana (where) terjadinya peristiwa dalam pemberitaan itu.
d. Kapan (when) berlangsungnya peristiwa dalam pemberitaan itu.
e. Mengapa (why) peristiwa terjadi hingga menjadi bahan pemberitaan.
f. Bagaimana (how) proses penyelesaian atau akhir dari persitiwa yang
diberitakan tersebut.
Carilah unsur-unsur berita yang kamu pelajari dalam teks Kantor Camat
PorongDiduduki Warga. Diskusikan bersama teman-teman sekelompokmu.
- Jika sudah lengkap, coba presentasikan di depan kelas.
- Jika sudah selesai, bacalah teks Kantor Camat Porong Diduduki Warga
tersebut dan perbaikilah catatanmu.
Selain unsur-unsur yang disebutkan di atas, dalam teks berita
menggunakan kalimat berita, yaitu jenis kalimat yang isinya memberitahukan
sesuatu. Kalimat berita ini mendorong pendengar/pembaca untuk
memberikan tanggapan dalam bentuk sikap atau isyarat. Kalimat berita
terdiri atas empat bentuk.
a. Kalimat berita kepastian.
Contoh:
- Ibu akan ke pasar pagi ini.
b. Kalimat berita pengingkaran.
Contoh:
- Saya tidak akan datang dalam
acara itu.
c. Kalimat berita kesangsian.
Contoh:
- Barangkali nenek sudah berangkat ke Jakarta.
d. Kalimat berita bentuk lainnya.
Contoh:
- Mengapa rumah Pak Ali kebakaran, tak seorang pun mengetahui
penyebabnya. Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan
api yang membakar rumah besar milik Pak Ali itu.
3. Menyimpulkan Isi Berita yang Didengar
Coba sekali lagi dengarkan pembacaan teks berjudul “Kantor Camat
Porong Diduduki Warga” yang dilakukan teman sebangkumu! (Buku ini
hendaknya kamu tutup dan lakukan bergantian). Selanjutnya, jawablah
pertanyaan ini dengan benar dan tulislah di bukumu!
1. Apa yang diberitakan dalam teks yang kamu dengarkan?
2. Siapa yang menduduki Kantor Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo?
• Pada ragam bahasa lisan,
kalimat berita ditandai
dengan nada menurun.
• Pada ragam bahasa tulis,
kalimat berita ditandai
dengan tanda titik (.) pada
akhir kalimat.
5
Peristiwa Kehidupan
3. Kapan mereka menduduki tempat itu?
4. Siapa yang dituntut warga dan apa tuntutannya?
5. Mengapa peristiwa pendudukan itu menimbulkan kericuhan?
Berdasarkan hasil jawaban atas pertanyaan di atas, tulislah kembali
dalam bentuk paragraf sebagai kesimpulan isi bacaan tersebut! Selanjutnya,
bacakan di depan kelas secara bergantian dengan teman-temanmu!
4. Latihan
a. Bentuklah kelompok diskusi dalam kelasmu! Usahakan anggota
kelompok membaur antara laki-laki dan perempuan! Jika ada temanmu
yang berlainan suku, agama, maupun warga negara, usahakan
pembagian kelompok diskusi dilakukan secara merata!
b. Diskusikan teks berita di bawah untuk membuat kesimpulan isinya!
Krisis Air Bersih, Pasien Diare Bertambah
Krisis air bersih yang terjadi di Jakarta Utara menyebabkan pasien
penderita diare di RS Koja terus bertambah. Berdasarkan data dari Dinas
Kesehatan DKI Jakarta pada Sabtu kemarin, jumlah pasien diare di RS Koja
meningkat dari 43 orang menjadi 81 orang. Satu anak balita meninggal pada
hari Jumat tanggal 23 November yang lalu.
Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Salimar Salim mengatakan
bahwa pertambahan jumlah pasien yang sangat cepat diduga disebabkan
oleh kelangkaan air bersih yang sedang terjadi di Jakarta Utara. Saat ini, tim
dari dinas kesehatan sedang meneliti penyebab utama percepatan penyebaran
penyakit diare di Rawa Badak, Lagoa, Tanjung Priok, dan Koja. Salimar juga
mengatakan, bahwa diare adalah masalah yang muncul seiring dengan
kekurangan air bersih. Dalam kondisi itu, masyarakat sering mengonsumsi
air seadanya yang biasanya kotor, untuk berbagai keperluan. Akibatnya, diare
mudah menyebar.
Mayoritas pasien diare adalah anak-anak kecil dan anak balita. Mereka
sangat rentan terserang diare jika tinggal di lingkungan yang kotor. Para
pasien diare, kata Salimar, biasanya tinggal di lingkungan permukiman padat.
Di lingkungan itu, sumur sangat dekat dengan septic tank pembuangan tinja,
sehingga sumber air mereka tercemar bakteri.
Di sisi lain, pasokan air bersih dari jaringan pipa banyak yang tidak
menjangkau mereka. Wilayah yang dilewati jaringan pipa juga tidak mendapat
pasokan air bersih yang memadai. Aliran air bersih sudah tidak normal sejak
Jumat pekan lalu akibat panel pompa yang rusak. Rahmadi, warga Koja,
Jakarta Utara mengatakan, akibat pasokan air bersih yang mati sejak seminggu
terakhir, keluarganya harus membeli air dari penjual eceran. Air sumurnya
sudah tidak dapat digunakan karena berbau busuk dan payau.
(Sumber: Kompas, Minggu, 25 November 2007, hlm. 7)
6
Kompetensi Berbahasa Indonesia SMP/MTs VII
c. Setelah berdiskusi, buatlah laporan hasil diskusi kelompokmu pada
selembar kertas dan serahkan kepada gurumu untuk dinilai!
1. Bacalah dengan cermat teks berita Krisis Air Bersih, Pasien Diare
Bertambah, lalu temukan kalimat berita dan tentukan jenisnya!
2. Laporkan hasil tugasmu dalam bentuk tertulis sesuai tabel di bawah
ini!
No. Jenis Kalimat Berita Kalimat Pendukung
1. ___________________ ________________________
2. ___________________ ________________________
3. ___________________ ________________________
4. ___________________ ________________________
5. ___________________ ________________________
B. Menceritakan Pengalaman yang Paling
Mengesankan
1. Contoh Cerita Pengalaman
Sebelum menceritakan pengalaman yang mengesankan, kamu dapat
membuat kerangka cerita yang akan kamu sampaikan secara lisan. Hal ini
berguna agar kamu dapat menceritakan pengalaman dengan mudah sesuai
ceritanya. Selanjutnya, kamu dapat mengembangkan kerangka ceritamu
menjadi cerita pengalaman yang sangat menarik dan pendengarnya dapat
membayangkan situasi saat peristiwa pengalamanmu itu terjadi.
Perhatikan contoh teks cerita pengalaman berikut!
Pengalaman (1)
Masangin
Pada liburan lalu, aku pergi ke Yogyakarta. Suatu sore, aku pergi ke Alun-
Alun Kidul yang berada di selatan keraton Yogyakarta. Di sana ada permainan
yang terkenal. Masangin, namanya. Dalam permainan itu, kita harus masuk
di antara dua pohon beringin. Banyak orang yang mencoba permainan
tersebut. Akan tetapi, tidak semua orang dapat melakukannya. Hal ini karena
saat melalui dua pohon tersebut, mata kita harus ditutup kain. Kita bisa
menyewa kain itu seharga Rp3.000,00.
7
Peristiwa Kehidupan
Berkali-kali aku mencoba, tetapi aku gagal. Esoknya aku kembali lagi
dan mencobanya lagi. Mamaku juga mencoba lagi, tetapi gagal. Akhirnya,
aku berhasil, tetapi saat melewati dua pohon tersebut kakiku tersandung akar
pohon beringin. Aduh..., sakitnya kakiku!
Pengalaman : Khilda Azka Krisnani
Sumber : tabloid anak Yunior, edisi 25
Tahun Ke-8, 5 Agustus 2007
Pengalaman (2)
Salah Sepatu
Kemarin aku disuruh ibu mencuci sepatu. Aku mencuci sepatu ayah,
ibu, adik, dan sepatuku juga. Kebetulan sepatuku dan sepatu adikku sama
model dan warnanya, hanya ukurannya yang berbeda sedikit.
Keesokan harinya, aku bangun agak kesiangan. Segera aku mandi,
sarapan, dan berangkat ke sekolah. Sesampai di sekolah, aku merasa sepatu
yang aku pakai agak sesak. Aku baru menyadarinya ketika pulang sekolah.
Waktu itu adikku bercerita kalau ia memakai sepatu kebesaran. Oh, ternyata
sepatu kami tertukar.
Pengalaman : Rida Wahyu Utami
Sumber : Bobo, Tahun XXXIV,
5 Oktober 2006
Contoh teks pengalaman yang dialami Khilda dan Rida di atas
merupakan jenis pengalaman yang mengesankan bagi mereka.
2. Ungkapan untuk Menceritakan Pengalaman
Berdasarkan kedua contoh pengalaman di atas, tentu saja kamu juga
dapat menceritakan pengalaman paling mengesankan yang pernah kamu
alami. Pengalaman menarik adalah pengalaman mengesankan dan sangat
membekas dalam ingatan seseorang. Maksudnya, pengalaman yang
menggembirakan, menyedihkan, membahagiakan, mengharukan,
mengecewakan, atau menggelikan. Seseorang dapat memperoleh
pengalaman mengesankan dari hasil melihat sesuatu, mengamati,
mendengarkan, maupun mengalami sendiri.
Pilihan kata (diksi) diperlukan dalam bercerita.
Pilihan kata harus tepat dan selaras untuk memperjelas ungkapan gagasan.
Selain itu, dalam bercerita juga perlu kalimat efektif, yaitu memiliki kesatuan
gagasan.
8
Kompetensi Berbahasa Indonesia SMP/MTs VII
Dalam menceritakan suatu pengalaman, kadang seseorang
menggunakan ungkapan. Tahukah kamu yang dimaksud ungkapan?
Ungkapan adalah perkataan atau kelompok kata yang khusus untuk
menyatakan sesuatu maksud dalam arti kiasan. Ungkapan dibentuk oleh
kata-kata yang polanya terbentuk secara tetap. Kata-kata tersebut tidak
dapat diubah susunannya dan tidak dapat pula disisipi dengan kata lain.
Oleh karena itu, tidak dapat menggunakan ungkapan dengan seenaknya.
Perhatikan contoh penggunaan ungkapan dalam kalimat di bawah ini!
a. Tas ini adalah buah tangan ibu dari Mekah.
- Buah tangan artinya oleh-oleh.
b. Bunga Citra Lestari adalah artis yang sedang naik daun.
- Naik daun artinya terkenal atau populer.
c. Hati-hatilah sekarang banyak orang bermulut manis.
- Bermulut manis artinya pandai merayu.
d. Pak Iwan orang yang murah hati di desanya.
- Murah hati artinya suka menolong atau dermawan.
e. Ia terkenal sebagai pimpinan yang bertangan besi.
- Bertangan besi artinya memimpin dengan tindakan keras.
1. Tulislah contoh kalimat dengan menggunakan ungkapan di bawah
ini dan tentukan artinya!
a. keras kepala
b. buah pena
c. lurus hati
d. air muka
e. panjang tangan
f. buah bibir
g. makan garam
h. kaki tangan
i. besar mulut
j. banting tulang
2. Tukarkan hasil pekerjaanmu dengan teman sebangku dan
bandingkan!
3. Serahkan kepada gurumu untuk dinilai!
9
Peristiwa Kehidupan
3. Menulis Pengalaman dan Menceritakannya
1. Setelah mengetahui contoh teks cerita pengalaman yang mengesankan
dan teknik menulis cerita pengalaman serta penyampaiannya, coba
ingat kembali berbagai peristiwa yang pernah kamu alami!
2. Pilih salah satu pengalaman tersebut yang paling mengesankan!
3. Tentukan jenis tema pengalamanmu, misalnya pengalaman sedih, lucu,
haru, atau yang lainnya!
4. Buatlah kerangka cerita pengalaman yang telah kamu pilih!
5. Berdasarkan kerangka yang telah kamu buat, coba kembangkan menjadi
cerita pengalaman mengesankan yang menarik!
6. Gunakan ungkapan yang tepat agar ceritamu menarik!
7. Sampaikan di depan kelas pengalaman yang kamu tulis tersebut dengan
memerhatikan intonasi, lafal, dan mimik yang tepat!
4. Latihan
Berilah penilaian dan komentar atas penampilan temanmu pada saat
menceritakan pengalamannya di depan kelas! Sebagai acuan, gunakan
aspek penilaian seperti tabel di bawah ini!
Nama Teman : ____________________________
Nama Penilai : ____________________________
1. Isi cerita
2. Penampilan
3. Penggunaan bahasa
C. Membaca Memindai untuk Menemukan
Makna Kata dalam Kamus
1. Pengertian Membaca Memindai
Apa yang dimaksud membaca memindai? Membaca memindai sering
disebut membaca scanning. Istilah lain scanning adalah teknik baca sepintas
atau teknik baca tatap (Haryadi, 2007: 170). Scanning merupakan teknik
membaca sekilas dan cepat, tetapi teliti dengan maksud menemukan dan
memeroleh informasi tertentu atau fakta khusus dari sebuah bacaan (Tarigan,
1994: 31). Dalam penggunaannya, pembaca langsung mencari informasi
Penilaian
Komentar
Baik Cukup Kurang
No. Aspek Penilaian
10
Kompetensi Berbahasa Indonesia SMP/MTs VII
tertentu atau fakta khusus yang diinginkan tanpa memerhatikan atau
membaca bagian lain dalam bacaan yang tidak dicari. Setelah menemukan
infomasi yang dicari, pembaca membaca dengan teliti untuk memperoleh
infomasi tersebut.
Sudahkah kamu memahami arti membaca memindai? Apa saja
kegunaan teknik membaca memindai? Dalam kehidupan sehari-hari, teknik
membaca memindai digunakan dengan tujuan, antara lain menemukan
topik tertentu, memilih acara tertentu, menemukan kata dalam kamus,
mencari nomor telepon dalam buku petunjuk telepon, dan mencari entri
pada indeks (Soedarso, 2004: 96). Pada pembelajaran ini, kamu diajak agar
mampu menguasai kompetensi membaca teks wacana berjudul Kelangkaan
Solar di Palangkaraya dan menemukan kata-kata menarik dalam teks.
Selanjutnya kamu dapat mencari makna kata-kata tersebut dari dalam
kamus dengan teknik membaca memindai.
2. Membaca Teks untuk Menemukan Kata Tertentu
Bacalah teks wacana di bawah ini dengan cermat!
Kelangkaan Solar di Palangkaraya
Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar untuk
umum atau SPBU terjadi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, seiring
pengurangan pasokan solar. Pengurangan pasokan solar ini diikuti
pembatasan pembelian solar. Kelangkaan solar karena pembatasan pasokan,
sebelumnya sudah terlebih dahulu terjadi di Banjarmasin dan kota lain di
Kalimantan Selatan.
Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana
Migas) Palangkaraya Andre L Narang menuturkan, antrean kendaraan terjadi
akibat dikuranginya pasokan solar sekitar 50 persen dibandingkan dengan
bulan-bulan sebelumnya. “Pasokan sebelumnya cukup memenuhi kebutuhan
di Palangkaraya. Dengan dikuranginya pasokan, tidak mencukupi lagi,” tutur
Andre.
Menanggapi kondisi itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Kalteng, Mochtar, menuturkan bahwa pihaknya saat ini masih menunggu
informasi dari Pertamina. Berdasarkan pemantauan instansinya, stok solar di
Palangkaraya dan kabupaten lain memang dikurangi. SPBU Sampit, misalnya,
ada yang pasokannya dikurangi dari 3.000 liter per hari menjadi 2.000 liter.
Sehubungan dengan penyimpangan penyaluran solar, selain perairan
laut, Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan kini memperketat
pengawasan lalu lintas kendaraan truk angkutan batu bara dan bijih besi.
Hal itu dilakukan untuk mencegah penyimpangan penyaluran solar
bersubsidi ke kawasan tambang. Kepala Polda Kalsel Brigjen (Pol) Halba Rubis
Nugroho mengemukakan hal itu di Banjarmasin pada hari Jumat, 23 November
yang lalu. “Kawasan tambang batu bara dan bijih besi termasuk lokasi paling
rawan terjadinya penyimpangan solar bersubsidi. Kegiatan pertambangan
11
Peristiwa Kehidupan
itu biasanya beroperasi terus-menerus selama 24 jam dengan kebutuhan solar
yang tinggi. Selain memperketat lalu lintas truk pengangkut batu bara dan
bijih besi, pihaknya juga menempatkan polisi untuk menjaga sejumlah SPBU
yang menjual solar bersubsidi.
(Sumber: Kompas, 24 November 2007)
Setelah membaca teks di atas, lakukan kegiatan berikut ini!
a. Berapa jumlah kata “solar” yang kamu temukan?
b. Siapa teman sekelas yang paling banyak mengumpulkan kata tersebut?
c. Baca ulang teks di atas dan hitunglah bersama jumlah kata “solar”!
3. Cara Membaca Memindai Kamus
Kamus merupakan buku yang memuat perbendaharaan kata dan
makna suatu bahasa tertentu yang idealnya tidak terbatas jumlahnya. Untuk
mempercepat menemukan kata yang dicari, terlebih dahulu pembaca harus
mempelajari kamus tersebut. Beberapa tahapan yang dapat dilakukan untuk
mencari kata dan maknanya dalam kamus dengan teknik membaca
memindai adalah sebagai berikut.
a. Menentukan kata yang akan dicari maknanya.
b. Mencari kata tersebut dengan langsung membuka halaman pertama
yang mengandung huruf awal dari kata yang dicari.
Misalnya, mencari makna kata silogisme. Pembaca langsung membuka
halaman pertama yang berhuruf awal s. Untuk memudahkannya,
pembaca dapat memanfaatkan pembatas huruf yang ada pada kamus.
Setelah itu, pembaca memindai halaman tersebut ke halaman
berikutnya sampai menemukan kata silogisme.
c. Setelah menemukan, lalu membaca dengan teliti makna kata tersebut.
Dalam membaca kamus, pembaca perlu memerhatikan petunjuk berikut.
a. Memerhatikan ejaan kata tersebut dengan saksama.
b. Memerhatikan cara pengucapan, panjang pendeknya, dan tekanannya.
c. Memerhatikan asal usul katanya, biasanya ditulis dalam kurung.
d. Tidak cepat memilih suatu makna kata karena satu kata kadang
mempunyai makna lebih dari satu dan diperinci dengan angka 1, 2, 3.
e. Memerhatikan contoh kalimat yang dapat memperjelas makna kata
yang dicari.
f. Untuk dapat cepat menemukan makna kata yang dicari, hendaknya
memerhatikan petunjuk yang ada pada setiap halaman.
12
Kompetensi Berbahasa Indonesia SMP/MTs VII
Perhatikan contoh kutipan kata dan maknanya dari Kamus Besar Bahasa
Indonesia berikut ini!
(Repro: Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2005:1066)
Cara membaca memindai cukup dengan membaca sekilas hal-hal pokok dari
bacaan tersebut.
Jika membaca halaman yang alfabetis, cukup mengamati lebih dahulu huruf
awalnya dari istilah atau kata yang akan dicari. Setelah itu, membaca
uraiannya dengan saksama.
13
Peristiwa Kehidupan
4. Mencari Makna Kata dari Kamus
a. Bacalah teks berjudul Kelangkaan Solar di Palangkaraya, kemudian
tandailah kata-kata yang menarik bagimu! Carilah makna kata-kata
tersebut pada kamus dengan cara memindai kamus!
b. Carilah makna kata-kata serapan di bawah ini!
No. Kata Serapan Makna
1. rutinitas __________________________________
2. konsentrasi __________________________________
3. khawatir __________________________________
4. simbol __________________________________
5. ilmu __________________________________
6. sukses __________________________________
c. Carilah kata dasar dari daftar kata di bawah ini, lalu carilah makna
kata tersebut dalam kamus!
No. Kata Jadian Kata Dasar Makna
1. menyimak _________________ ______________________
2. pemburu _________________ ______________________
3. menjiplak _________________ ______________________
4. pengisian _________________ ______________________
5. menuturkan _________________ ______________________
6. penyimpangan _________________ ______________________
5. Latihan
1. Setelah memahami teknik membaca memindai untuk menemukan
makna kata dari kamus, berlatihlah membaca teks wacana di bawah
ini!
Dunia Anak
Suasana muram dan kelabu menyelimuti wajah anak Indonesia. Peristiwa
itu terjadi justru pada saat menjelang mereka memperingati hari nasionalnya.
Semua digemparkan dengan ditemukannya seorang anak laki-laki yang
menjadi korban mutilasi di Jakarta beberapa waktu lalu. Kasus ini menambah
ketakutan yang berkepanjangan bagi rakyat.
Belum juga reda dengan kasus klasik lainnya, kekerasan pada anak masih
saja terulang. Kesemuanya menambah kesuraman dunia anak. Dunia anak
adalah dunia yang rentan akan tindak kejahatan, bukan saja berasal dari
14
Kompetensi Berbahasa Indonesia SMP/MTs VII
luar, orang-orang yang selama ini dikenalnya pun tak tertutup kemungkinan
menjadi benalu bagi diri si anak.
Maraknya anak terlantar justru dari ketidakmampuan orang tua dalam
merawat. Jika banyak anak terlantar kondisi fisiknya, sudah bukan hal yang
istimewa. Akan tetapi yang membuat prihatin, banyak anak terlantar kondisi
jiwanya, perasaan, harga diri, dan kemerdekaan untuk menikmati alam
kekanakannya dirampas oleh aturan yang memberatkan. Aturan itu, baik
yang dibuat oleh sekolah maupun orang tua sendiri. Anak-anak diharuskan
mengikuti berbagai macam les hingga nyaris tak ada waktu terbebas dari
rutinitas monoton. Tentu semua orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya,
meski sering anak ditempatkan pada posisi yang dikalahkan.
Akhirnya, si anak hanya menurut sekalipun pahit karena takut. Hal ini
akan fatal akibatnya jika tidak secepat mungkin terkoreksi. Bertumbuh dan
berkembang adalah fenomena kehidupan, namun tak boleh menekan anak
sekeras mungkin. Anak hendaknya diberi kesempatan untuk menikmati
dunianya yang hanya sekali dalam kehidupannya. Terlebih anak adalah
seorang peniru yang andal.
(Sumber: Suara Merdeka, 5 Agustus 2007: hlm. 7)
2. Setelah membaca wacana di atas, kata-kata menarik apa yang kamu
temukan dalam setiap paragrafnya?
3. Tulislah di bukumu kata-kata menarik tersebut dengan menyalin tabel
di bawah ini dan tulislah makna kata-kata tersebut berdasarkan Kamus
Besar Bahasa Indonesia!
No. Paragraf Kata Menarik Makna Kata Sesuai KBBI
1. I ______________ ___________________________
______________ ___________________________
2. II ______________ ___________________________
______________ ___________________________
3. III ______________ ___________________________
______________ ___________________________
4. IV ______________ ___________________________
______________ ___________________________
15
Peristiwa Kehidupan
D. Menulis Buku Harian dengan Bahasa yang
Baik dan Benar
1. Pengertian Buku Harian dan Teknik Penulisannya
Pernahkah kamu menulis buku harian? Jika pernah, bagaimana model
penulisannya? Untuk itu, kamu diajak mempelajari seluk beluk penulisan
buku harian dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar.
Sebelumnya, tahukah kamu pengertian buku harian? Buku harian
adalah buku yang digunakan untuk mencatat berbagai kegiatan yang
dilakukan setiap hari. Dengan buku harian, kamu dapat menulis tentang
apa pun, baik tentang pengalaman, pemikiran, kejadian, dan sebagainya.
Menuangkan pengalaman, kejadian, atau pemikiran dalam buku harian
tidaklah sulit. Hal yang terpenting kamu berminat, tidak malas, dan mau
terus berlatih menulis setiap hari. Mulai dari sekarang, janganlah kamu
buang sia-sia pengalaman, kejadian, pemikiran, atau perasaan yang kamu
miliki. Tulislah semua itu dalam buku harian karena suatu saat dapat
menjadi sumber inspirasimu.
Pada saat menulis buku harian, hendaknya menggunakan kalimat yang
ekspresif. Kalimat ekspresif adalah kalimat yang menyatakan perasaan secara
mendalam, biasanya digunakan idiom atau ungkapan tertentu yang
menunjukkan sesuatu yang lebih. Bukankah kamu telah mempelajari tentang
ungkapan atau idiom?
Jika menulis buku harian dalam bentuk puisi, kamu dapat
menuliskannya dalam bentuk kata kiasan. Catatan dalam buku harian
bersifat sangat pribadi. Oleh karena itu, bentuk dan cara penulisannya pun
hendaknya dalam bentuk bebas tanpa meninggalkan unsur-unsurnya, yaitu
tempat dan waktu kejadian serta kejadian yang berlangsung. Unsur-unsur
tersebut bersifat subjektif dan objektif.
16
Kompetensi Berbahasa Indonesia SMP/MTs VII
2. Contoh Tulisan dalam Buku Harian
Perhatikan contoh penulisan dalam buku harian berikut ini!
Model (1)
Semarang, 28 Juli 2007, pukul 14.00
Sabtu siang sepulang sekolah, rencananya aku akan
pergi ke rumah temanku. Mama telah berjanji akan
mengantarkanku. Namun, setelah lama kutunggu, Mama
tak kunjung datang. Tiba-tiba handphone-ku berbunyi. Ternyata
kakakku yang menelepon. Kakak mengabarkan padaku bahwa
Mama dan kakak mengalami kecelakaan saat hendak
menjemputku. Sepeda motor yang mereka tumpangi
bertabrakan.
Untunglah Mama dan kakakku selamat, tetapi tulang pundak
Mama patah. Selain itu, sepeda motor kami juga rusak berat.
Pelek ban depannya bengkok. Aku kasihan pada Mama. Semoga
cepat sembuh ya, Ma.
Model (2)
Mama
Kaulah yang pertama kali mendekapku
Mendekapku di tengah dingin malam
Kau sosok tak tergantikan
Walau tak selamanya ragamu ada
Tiada kata yang pantas kuucapkan
Kecuali terima kasih yang dalam
Atas jasa-jasamu, Mama
Kau akan kuingat di hati sanubariku
Karya : Bella Prita Cahyani
Sumber : Bobo, edisi 18, Tahun
XXXV, 9 Agustus 2007
17
Peristiwa Kehidupan
Model (3)
Sabtu, 28 Juli 2007, pukul 14.00
Hari ini aku sedih. Mama dan kakakku kecelakaan saat akan
menjemputku di sekolah. Aku merasa bersalah kepada mereka.
Untuk itu, aku berniat menebus kesalahanku dengan
menggantikan Mama dan kakak mengerjakan tugas-tugas
rumah. Semoga cepat sembuh ya, Ma.
Minggu, 29 Juli 2007, pukul 09.30
Meski hari libur, aku telah berjanji pada diriku untuk
mengerjakan tugas-tugas rumah menggantikan Mama dan
kakakku. Pagi ini aku paling awal bangunnya dari seisi rumah.
Aku pun langsung asyik di dapur memasak untuk sarapan pagi,
meski hanya memasak nasi goreng dan telur mata sapi. Waktu
sarapan bersama keluarga, Mama memuji masakanku enak.
Wah, ternyata aku pintar masak juga, ya! Pokoknya tidak kalah
dengan Ibu Siska Suwitomo yang ahli masak dan sering tampil
di televisi itu! Percaya, deh!
Senin, 30 Juli 2007, pukul 17.15
Hari ini hari paling sial bagiku. Betapa tidak! Karena di rumah
waktu hari Minggu kemarin seharian menggantikan Mama
mengerjakan tugas-tugas di rumah, aku kecapekan. Akhirnya,
tadi pagi aku bangun agak kesiangan. Berangkat ke sekolah pun
terburu-buru. Apa yang terjadi? Aku lupa bawa topi dan dasi
untuk upacara hari Senin!
Berdasarkan ketiga contoh penulisan buku harian di atas, tentu saja
kamu dapat menuliskan peristiwa yang kamu alami dalam buku harian.
Gunakan salah satu model penulisan yang kamu sukai. Setelah itu, kamu
dapat mengerjakan latihan berikut.
Jangan pernah malas mengisi buku harian! Sesuai dengan namanya, buku
harian adalah buku yang sebaiknya diisi setiap hari.
Tuangkan berbagai pengalaman, kejadian, atau pemikiran yang melintas di
benakmu secepatnya di buku harian dan jangan pernah menundanya.
Susunlah pengalaman, kejadian, atau pemikiran tersebut dengan rangkaian
kalimat yang memberikan gambaran, maksud, gagasan, atau perasaanmu.
18
Kompetensi Berbahasa Indonesia SMP/MTs VII
3. Latihan
1. Ingat kembali peristiwa yang kamu alami dalam seminggu ini!
2. Tulislah pengalamanmu dalam seminggu ini dalam sebuah buku harian
dengan menggunakan model yang kamu sukai!
3. Rambu-rambu yang kamu gunakan:
- menggunakan kalimat yang ekspresif,
- memilih hal-hal yang tidak terlalu bersifat rahasia pribadi,
- jangan lupa mencantumkan tempat dan waktu kejadian.
4. Bandingkan hasil tulisanmu dengan tulisan temanmu!
4. Menggunakan Awalan me-
Saat kamu menulis buku harian, tentunya sering menemui kata yang
berawalan me-. Awalan me- berkaitan erat dengan awalan di-.
Perbedaannya, awalan me- berfungsi sebagai pembentuk kata kerja aktif,
sedangkan awalan di- berfungsi sebagai pembentuk kata kerja pasif.
Contoh:
- Ternyata kakakku yang menelepon. (model 1)
- Aku berniat menebus kesalahanku. (model 3)
- Mama memuji masakanku enak. (model 3)
- Kakak mengerjakan tugas-tugas rumah. (model 3)
- Kaulah yang pertama kali mendekapku. (model 2)
Tulis kembali kalimat di bawah ini dengan menggunakan imbuhan yang
tepat! Kerjakan di buku tugasmu!
1. Anak-anak yang (bolos) sekolah dipanggil kepala sekolah.
2. Buku cerita itu (beli) di toko Pak Rahmat.
3. Pak Tani beristirahat sambil (bakar) jagung muda.
4. Adik (cubit) ibu karena nakal.
5. Jangan (ambil) kursi itu!
6. Bonita sedang (sapu) halaman.
7. Ia sering (rantau) ke negeri seberang.
8. Jalan raya itu semakin (sempit) saja.
9. Baju kakak yang tertinggal di rumah (bawa) ayah.
10. Perabot rumah tangga (beli) Pak Huda dengan harga murah.
19
Peristiwa Kehidupan
Kerjakan soal-soal berikut sesuai perintahnya!
1. Carilah teks berita di media cetak yang memuat peristiwa aktual dan
hangat! Bacalah teks berita tersebut, lalu analisislah unsur-unsurnya
sebagaimana prinsip 5W + 1H! Buatlah catatan berita tersebut dengan
menjawab pertanyaan berikut!
a. Apa judul beritanya?
b. Siapa yang dijadikan sumber berita?
c. Di mana peristiwa dalam berita itu terjadi?
d. Kapan peristiwa yang diberitakan itu terjadi?
e. Mengapa peristiwa itu sampai terjadi?
f. Bagaimana akhir penyelesaian peristiwa itu?
2. Berdasarkan teks berita pada soal nomor 1 di atas, coba carilah katakata
sulit dan catatlah! Selanjutnya, carilah makna kata-kata sulit
tersebut dari dalam kamus!
3. Ingatlah peristiwa mengesankan yang kamu alami dalam waktu sebulan
ini! Tulislah pengalaman mengesankan tersebut seperti menulis di buku
harianmu dan sampaikan secara lisan di depan kelas!
1. Berita adalah informasi mengenai kejadian atau peristiwa yang
hangat, aktual, dan faktual. Ciri-ciri berita adalah mengandung
unsur apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan sebagainya.
2. Setiap orang mempunyai pengalaman yang paling mengesankan
dalam hidupnya. Untuk dapat menceritakan pengalamannya
yang menarik, seseorang perlu memerhatikan pilihan
kata (diksi).
3. Membaca memindai adalah teknik membaca sekilas dan cepat,
tetapi teliti untuk memperoleh informasi tertentu dari suatu
bacaan. Contoh penggunaan membaca memindai adalah
mencari makna suatu kata dari kamus.
4. Buku harian adalah buku yang digunakan untuk mencatat
berbagai kegiatan yang dilakukan setiap hari. Kalimat yang
digunakan untuk menulis buku harian adalah kalimat ekspresif.
Buku harian sangat bersifat pribadi. Tulisan dalam buku harian
meliputi tempat kejadian, waktu, dan jalan cerita.
20
Kompetensi Berbahasa Indonesia SMP/MTs VII
Setelah kamu mempelajari “Peristiwa Kehidupan”, ini
tentunya ada hal-hal yang dapat kamu ambil hikmahnya bagi
dirimu. Berbagai peristiwa dalam hidupmu dapat kamu tulis dalam
buku harian. Selain itu, ketika membaca teks dan menemui kesulitan
dalam mencari arti suatu kata, kamu dapat mencarinya pada kamus
dengan cara yang telah kamu pelajari.
Adakah materi lain yang kamu suka untuk mempelajari
lebih mendalam lagi sehingga bermanfaat bagi dirimu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar