Senin, 23 Mei 2011

maryati sutopo 7 bab 5

5 Lingkungan Alam
A. Menggunakan Kamus
Aspek: Membaca
Standar Kompetensi:
3. Memahami ragam teks nonsastra dengan berbagai cara membaca.
Kompetensi Dasar:
3.1. Menemukan makna kata tertentu dalam kamus secara cepat dan tepat
sesuai dengan konteks.
Bacalah teks berikut ini, kemudian tandailah kata-kata
tertentu yang tidak kalian pahami maknanya!
Manokwari yang Sedang Menggeliat
Di tanah Papua, Manokwari juga dikenal sebagai tempat
bersejarah yang menjadi awal peradaban orang Papua. Ini
berkaitan dengan peninggalan sejarah oleh misionaris J.G. Geisler
(Jerman) dan C.V. O�ow (Belanda). Mereka menginjakkan kaki
pada 5 Februari 1855 di Pulau Mansinam, Manokwari.
Fakta sejarah tersebut didukung prasasti, makam, dan
bangunan gereja yang terletak di Pulau Mansinam. Karena
itu, hingga sekarang setiap tanggl 5 Februari, Pulau Mansinam
yang bisa ditempuh 10 menit dengan menggunakan taksi laut
dari Manokwari selalu dipadati pengunjung dan peziarah lokal
maupun dri kabupaten/kota lainnya.
49 Pelajaran 1 Sains dan Budaya
50 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
Hal tersebut tak lepas dari
imbauan Bupati Manokwari
Dominggus Mandacan.
Dalam berbagai kesempatan
dia selalu mengingatkan agar
pembangunan kota tidak
menggerus budaya, aset
sejarah, dan lingkungan
Manokwari.
Sayangnya, di sektor
lingkungan telah terjadi
kerusakan sepanjang pantai
dari Taman Ria Pantai
hingga pelabuhan. Hutan
mangrove yang ada di
kawasan tersebut kini habis
dibabat. Usaha pemerintah
Kalian telah membaca wacana tersebut dan menandai katakata
yang tidak kamu ketahui maknanya. Sekarang, gunakanlah
kamus untuk mengetahui makna kata tersebut. Bagaimanakah
cara menggunakan kamus?
Cara penggunaan kamus
1. Lihat huruf pertama sebuah kata.
2. Lihat huruf kedua dan ketiga kata tersebut.
3. Cari makna kata tersebut dalam kamus.
4. Cocokkan dengan makna katanya.
kabupaten mereboisasi dengan cara penanaman belasan ribu
bibit mangrove sia-sia karena tak ada perawatan.
Selain itu, daerah hijau Manokwari kota pun mulai beralih
fungsi menjadi pemukiman. Jika pembangunan tak direm,
lingkungan Manokwari bukan mustahil akan rusak. Dampak
kerusakan ini sangat besar mengingat daerah ini terletak di
perbukitan yang mudah longsor jika lingkungannya
terganggu.
Sumber: Kompas, 18 Agustus 2007
51 Pelajaran 5 Lingkungan Alam
Pada pelajaran yang lalu, kalian telah berlatih menulis
pengumuman. Kali ini kalian akan belajar menyampaikan
pegumuman. Agar dalam menyampaikan pengumuman
tersebut dapat dipahami dengan baik, kalian perlu melakukan
langkah-langkah berikut.
1. Memahami isi pengumuman
Sebelum menyampaikan pengumuman, sebaiknya pahami
terlebih dahulu sasaran yang dituju, tujuan, waktu, dan tempat.
Contoh:
Pengumuman ditujukan kepada siswa kelas III, agar
berkumpul di aula pada jam istirahat I. Isi pengumuman
tentang kunjungan ke Panti Asuhan.
B. Menyampaikan Pengumuman
Aspek: Berbicara
Standar Kompetensi:
2. Mengungkapkan pengalaman dan informasi melalui kegiatan bercerita
dan menyampaikan pengumuman.
Kompetensi Dasar:
2.2. Menyampaikan pegumuman dengan intonasi yang tepat serta
menggunakan kalimat-kalimat yang lugas dan sederhana.
Kerjakan kegiatan berikut pada buku tugas!
Carilah makna kata berikut dalam kamus!
a. fakta
b. sektor
c. misionaris
d. prasasti
e. peziarah
f. reboisasi
g. dampak
52 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
2. Menggunakan intonasi yang tepat
Tinggi rendahnya suara, keras lembutnya, dan
cepat lambatnya perlu diperhatikan. Jika pengumuman
disampaikan dengan suara rendah, maka isi pengumuman
kurang dapat dimengerti. Pengumuman yang
disampaikan terlalu cepat atau terlalu lambat juga
menimbulkan ketidaknyamanan bagi pendengar.
3. Menggunakan kalimat-kalimat yang lugas dan
sederhana
Menyampaikan pengumuman sebaiknya menggunakan
kalimat lugas dan sederhana. Hal ini juga mempermudah
pemahaman isi pengumuman.
Contoh:
Bagi yang akan menghendaki berangkat ke Jakarta sebaiknya
menghubungi ketua kelas pada masing-masing kelas.
Kalimat tersebut akan mudah dipahami jika dibuat seperti
berikut ini.
Siswa yang akan berangkat ke Jakarta diharap
menghubungi ketua kelas.
1. Pilihlah pengumuman berikut ini!
a. Ibu ibu, menurut pengumuman yang telah disampaikan
ibu ketua Dasa Wisma pada pertemuan tanggal 12
Oktober 2007 yang lalu, maka kita jadi melakukan
anjangsana ke Panti Asuhan "Kasih".
b. Kepada ibu-ibu yang saya hormati, berdasarkan
pertemuan dengan ibu ketua Dasa Wisma tanggal 12
Oktober 2007 yang lalu, maka anjangsana ke Panti
Asuhan "Kasih" akan tetap dilaksanakan. Untuk itu, ibuibu
yang akan ikut, harap mendaftarkan diri kepada
bendahara Dasa Wisma.
c. Ibu-ibu anggota Dasa Wisma, kunjungan ke Panti Asuhan
"Kasih" akan dilaksanakan tanggal 12 Oktober 2007. Ibuibu
yang berminat harap menghubungi bendahara Dasa Wisma.
53 Pelajaran 5 Lingkungan Alam
No.
1.
2.
3.
4.
5.
Kejelasan artikulasi
Ketepatan intonasi
Penggunaan bahasa
Penampilan
Kepercayaan diri
Deskripsi 1 Keterangan
Menurut pendapat saya: penyampaian pengumuman tersebut ......................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
2 3 4 5
1. baik sekali
2. baik
3. cukup baik
4. kurang baik
5. tidak baik
C. Menceritakan Kembali Isi Cerita
Aspek: Membaca
Standar Kompetensi:
7. Memahami isi berbagai teks bacaan sastra dengan membaca.
Kompetensi Dasar:
7.1. Menceritakan kembali cerita anak yang dibaca.
2. Sampaikanlah pengumuman berikut ini dengan intonasi
yang tepat!
Pengumuman
Diberitahukan kepada siswa kelas III bahwa senam pagi
akan dilaksanakan setiap hari Jumat pukul 07.15.
3. Berilah penilaian untuk penampilan temanmu itu dengan
memberi tanda (v) sesuai rambu-rambu berikut ini!
Simaklah cerita berikut ini!
Perjanjian dengan Buaya
Ada seorang lelaki di Tombarri, Minahasa, bernama
Wuwung Sewe. Ia hidup sebagai nelayan. Oleh karena itu, ia
sering ke sungai ataupun ke pantai.
54 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
Di sungai dan di pantai itu ia memperoleh kebutuhan
hidupnya. Air itu membekali hidupnya dengan sumber
pangan dan alat pengangkutan.
Pada suatu hari, Wuwung Sewe turun ke muara sungai
untuk memancing. Cuaca saat itu mendung. Puncak gunung
sudah bertudungkan awan. Namun, niatnya tetap teguh untuk
mencari nafkah. Kail, umpan, parang, dan tempat ikan
disiapkannya.
Setelah siap semua, perjalanan pun dimulai. Sepanjang
perjalanan, Wuwung Sewe berpikir tentang ikan-ikan yang
akan dikailnya. Ia mengetahui bahwa di dalam muara sungai
terdapat banyak ikan air payau seperti kakap bergaris, udang,
dan kepting.
Kira-kira dua jam Wuwung Sewe mengail dengan umpan
cacing agak besar, tetapi tidak berhasil. Rasa bosan mulai
menggerogoti dirinya. Apalagi hujan rintik-rintik mulai terasa.
Ia enggan pulang sebelum mendapatkan ikan untuk dibawa
pulang ke rumah.
"Lebih baik aku pindah ke hilir," pikir Wuwung Sewe. Hilir
sungai biasanya berair keruh dan berlumpur karena ada
butiran pasir dan sering tercemar.
Wuwung Sewe mulai beranjak ke hilir dengan menyusuri
buluh-buluh kecil yang tumbuh di sepanjang hilir sungai itu.
Akhirnya, ia tiba di suatu tempat yang nyaman dan
terlindung. Rumpun buluh itu melindungi tubuhnya dari
rintik hujan. Pekerjaan mengail pun dilanjutkan dengan
harapan akan mendapat banyak ikan.
Tiba-tiba Wuwung Sewe melihat serumpun kecil buluh
terapung di atas permukaan air menuju laut. Ia mengira itu
rumpun buluh yang tumbuh di tepi sungai. Biasanya aliran
ke hilir sungai makin lebar dan makin lambat. Semakin lama
semakin dekat saja rumpun buluh itu.
"Ah, mungkin itu hanya tanah longsor yang akan
dihanyutkan ke laut menyusuri pantai karena banyak hujan,”
pikir Wuwung Sewe.
Setelah diperhatikan dengan sungguh-sungguh, ternyata
ada yang mendekati rumpun buluh itu. Air dalam keadaan
tenang dan mengalir di depannya. Tiba-tiba di hadapan
Wuwung Sewe muncul kepala seekor buaya yang besar.
55 Pelajaran 5 Lingkungan Alam
Rupanya buluh itu tumbuh di atas punggung buaya itu.
Wuwung Sewe segera melarikan diri setelah menarik kail dari
dalam air.
Akan tetapi, buaya itu berkata kepada Wuwung Sewe, "Hai
sahabat, Tolonglah aku. Di punggungku terdapat banyak duri.
Aku sudah terlalu lama menderita, tetapi tidak ada orang mau
menolongku. Jika kau rela menolongku, tentu akan ada
balasannya. Aku minta agar kau mencabut duri yang ada di
punggungku ini. Duri ini cukup menggangguku. Aku tidak
dapat menyelam dan berenang dengan bebas, bahkan aku
tidak dapat tidur dengan nyenyak. Tolonglah, sahabatku.
Tolong. Sekali lagi tolonglah!"
Wuwung Sewe menjawab dengan takut karena terkejut,
"Balasan atas pertolonganku tidak kupikirkan. Hanya saling
menolong yang kuperlukan. Tetapi, aku ingin tahu mengapa
punggungmu dapat ditumbuhi buluh yang sudah serumpun itu?"
Buaya menjawab dengan wajah memelas, "Ini perbuatan
orang di muara Sungai Ranoyapo di pantai selatan. Ketika
aku dan teman-temanku berada di tepi sungai mencari makan,
aku ditombak seorang laki-laki dengan tombak buluh itu.
Tombak itu menembus punggungku. Beberapa temanku
berusaha mencabut tombak ini, tetapi tidak berhasil. Malah
semakin lama semakin banyak buluh itu tumbuh di atas
punggungku."
Setelah mendengar keterangan dan cerita buaya, timbullah
rasa iba Wuwung Sewe. Ia berkata, "Kalau demikian, engkau
akan kubantu."
Wuwung Sewe segera meloncat ke atas punggung buaya.
Ia mencabut buluh-buluh yang ada di punggung buaya hingga
bersih. Kemudian, diambilnya dedaunan untuk mengobati
bekas luka buluh yang ada di punggung buaya. Buaya
merasa senang dan sangat berterima kasih kepada
Wuwung Sewe.
Nama Wuwung Sewe sangat berkesan bagi buaya dan tetap
diingat. Tidak hanya itu, buaya bahkan menyatakan bahwa
mulai saat itu Wuwung Sewe adalah sahabatnya.
Akan tetapi Wuwung Sewe berkata, "Aku ingin
mengadakan perjanjian denganmu. Sumpah yang akan
berlaku hingga anak cucu kita."
56 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
Buaya bersumpah, "Jika keluargamu hendak menyeberang
sungai, terutama didaerah muara sungai di mana para buaya
berada, janganlah kamu takut untuk menyeberang. Kamu
harus mencampakkan tiga buah batu ke dalam sungai itu.
Ucapkanlah, Kami anak cucu Wuwung Sewe. Sebagai tanda
pada keluarga buaya, bahwa yang akan menyeberang adalah
keluarga Wuwung Sewe yang sudah menolong buaya."
Setelah menyampaikan sumpah dan petunjuk, buaya
langsung pergi sambil menyelam. Wuwung Sewe merasa
bangga dan senang. Katanya, “Kita tidak perlu takut lagi
kepada buaya sebab buaya telah berjanji kepadaku."
Pekerjaan Wuwung Sewe pun dilanjutkan lagi.
Sumber: Seri Cerita Anak
1. Jawablah pertanyaan berikut ini!
a. Siapakah Wuwung Sewe?
b. Apa pekerjaan Wuwung Sewe?
c. Setelah menunggu dua jam tidak menghasilkan apa-apa,
Wuwung Sewe pindah ke hilir. Mengapa?
d. Kejadian apakah yang dialami Wuwung Sewe ketika
berada di hilir sungai?
e. Mengapa buaya minta tolong!
f. Apa yang dilakukan Wuwung Sewe ketika menolong
buaya itu?
g. Apakah Wuwung Sewe mengharap hadiah karena telah
menolong buaya? Mengapa?
h. Bagaimanakah bunyi perjanjian antara buaya dan
Wuwung Sewe?
2. Setelah kalian menjawab pertanyaan tersebut, coba ceritakan
kembali cerita “Perjanjian dengan Buaya “di depan kelas!
57 Pelajaran 5 Lingkungan Alam
D. Mengomentari Buku Cerita yang Dibaca
Aspek: Membaca
Standar Kompetensi:
7. Memahami isi beberapa teks bacaan sastra dengan membaca.
Kompetensi Dasar:
7.2. Mengomentari buku cerita yang dibaca.
Setelah membuat ringkasan cerita pada pelajaran lalu, kali ini
kalian belajar memberi komentar tentang buku cerita tersebut.
Komentar merupakan ungkapan perasaan atau pendapat. Komentar
itu dapat berupa pujian atau kritikan. Isi komentar bisa tentang
penampilan buku, dapat pula tentang isi buku .
Berikut ini contoh mengomentari buku cerita.
1. Buku cerita itu sangat menarik karena gambar sampulnya
bagus.
2. Buku cerita itu sangat bagus karena ilustrasinya menarik.
3. Isi cerita buku itu tidak masuk akal.
4. Saya sangat menyukai tokoh utamanya.
5. Saya ingin pergi ke tempat tokoh itu berada.
Baca kembali cerita “Perjanjian dengan Buaya”! Lanjutkan
kometar berikut ini!
No.
1.
2.
3.
4.
5.
Saya kagum karena Wuwung Sewe rajin bekerja.
Benarkah, buaya bisa berbicara?
...........................................................................................
...........................................................................................
...........................................................................................
Komentar
58 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII
Pada beberapa pelajaran yang lalu, kalian telah mengenal
dongeng, bukan? Bahkan, kalian mungkin telah membaca
beberapa dongeng menarik lainnya. Ternyata unsur yang ada
dalam dongeng adalah sebagai berikut.
1. Tema merupakan gagasan pokok/pokok pembicaraan yang
mendasari cerita. Tema dongeng antara lain persahabatan,
kesetiakawanan, kejujuran, dan kesombongan.
2. Amanat merupakan pesan pengarang yang berisi
pendidikan moral. Pesan ini disampaikan pengarang secara
halus atau secara tidak langsung.
3. Latar merupakan tempat, waktu, dan suasana terjadinya
peristiwa dalam dongeng.
4. Jalan cerita merupakan rangkaian peristiwa yang saling
berkaitan berdasarkan sebab akibat.
5. Penokohan merupakan pemberian watak para pelaku dalam
cerita tersebut oleh pengarangnya. Cara perwatakan bisa
secara langsung dan secara tidak langsung.
Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam menuliskan
kembali dongeng adalah sebagai berikut.
1. Memerhatikan urut-urutan ceritanya.
2. Memerhatikan latar/setting.
3. Mengingat-ingat tokoh-tokohnya.
4. Menggunakan bahasa yang komunikatif.
5. Menggunakan ungkapan/peribahasa agar menarik.
E. Menulis Kembali dengan Bahasa Sendiri
Aspek: Membaca
Standar Kompetensi:
7. Memahami isi berbagai teks bacaan sastra dengan membaca.
Kompetensi Dasar:
7.1. Menceritakan kembali ceita anak yang dibaca.
59 Pelajaran 5 Lingkungan Alam
Tulis kembali dongeng yang pernah kamu baca atau kamu
dengar secara singkat dengan bahasamu sendiri! Untuk
memudahkan tugasmu, buatlah cara seperti berikut ini!
Dari data tersebut, kalian dapat menguraikannya dalam
cerita utuh dengan bahasamu sendiri.
Buatlah data cerita yang kamu baca seperti contoh berikut!
No.
1.
Uraian
Judul: Keserakahan Hiroki
2. Tema: Manusia yang tamak
3. Penokohan: Hiroki, Toshiro, istri Toshiro, kakek, orang kerdil
4. Latar: Sebuah desa di negara Jepang.
5. Alur: - bagian awal: Toshiro mendapatkan lesung ajaib.
- bagian tengah: Hiroki mencuri lesung.
- bagian akhir: Hiroki tenggelam bersama lesung dan kapalnya.
Uraian No.
1. Judul: .....................................................................................
2. Tema: .....................................................................................
3. Penokohan: ...........................................................................
4. Latar: .....................................................................................
5. Alur: - bagian awal: .............................................................
- bagian tengah: .........................................................
- bagian akhir: ............................................................

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar